Surabaya, newrespublika-Di tahun 2025 pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) tembus 2 juta orang ditengah meningkatnya kinerja KBS.
Untuk itu, kata anggota Komisi C DPRD Surabaya dari PPP, Buchori Imron sudah saat KBS memperluas lahan guna menampung lebih banyak lagi wisatawan.
“KBS butuh pengembangan lahan, nah kami lihat disampingnya KBS ada lahan PT KAI eks terminal lama Joyoboyo itu bisa digunakan,”ujar Buchori Imron di Surabaya, Rabu (18/02/2026).
Ia menerangkan, lahan perluasan KBS bisa sewa ke PT KAI entah bagaimana skema sewanya. Agar itu bangunan yang ada di depan TEJ (Terminal Ertermoda Joyoboyo) itu sekarang yang membuat kumuh kota Surabaya itu, itu segera bisa dibersihkan.
“Dibersihkan dan lagi jadikan perluasan KBS, sehingga mutlak tempat parkir itu cukup semuanya ke TEJ semua,”ungkap eks Ketua PPP Kota Surabaya ini.
Lalu yang kedua, sambungnya, memang kebun binatang saya ingat mulai saya kecil hanya segitu itu saja tidak pernah ada perluasan lahan. Jangan-jangan perluasan untuk perbaikan pagar itu saja yang dari dulu temboknya hanya segitu sampai sekarang kan belum ada perubahan.
Buchori mengungkapkan, bahwa destinasi wisata Surabaya masih kalah jauh ketimbang tempat-tempat lain seperti Banyuwangi, Batu Malang dimana ada Museum Angkut, Jatim Park 1 dan 2, dan Surabaya ini ada apa.
“Satu-satunya kebun binatang yang masih diminati sampai sekarang. Itu karena apa, karena memang Surabaya tidak punya tempat wisata favorit,”tegasnya.
Buchori menjelaskan, dulu wilayah Kenjeran sudah di plot untuk daerah wisata, tapi nyatanya sekarang jangankan ada tempat wisata yang bisa dinikmati di sana, tanda-tandanya saja untuk menjadi daerah wisata itu belum ada.
Kembali ke KBS, kata Buchori Imron, seharusnya sudah waktunya perluasan lahan demi menampung pengunjung yang semakin meningkat. Dan perlu penambahan satwa, kan gitu toh, satwa itu kalau hanya segitu-gitu aja kan nggak bisa dikembangkan satwanya.
Lebih jauh Buchori Imron mengatakan, perluasan lahan KBS itu bisa dikerjasama dengan PT KAI, PT KAI banyak sekali lahan yang mestinya bisa dikerjakasama kan dengan pemerintah kota. Pemerintah kota bangun bangunannya yang berlantai-lantai ke atas, terus lahannya milik PT KAI.
Dirinya kembali menambahkan, tinggal Pemkot Surabaya bilang ke PT KAI dimana lahannya dipakai untuk perluasan KBS.
“Kalau Pemkot belum memiliki angaran sewa umpanya biayanya besar kan bisa multi years, dan kayak untuk dipikirkan,”pungkasnya.(trs)
