Surabaya, newrespublika -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga plastik yang dinilai dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Langkah ini dilakukan melalui monitoring pasar secara rutin hingga pendampingan pelaku UMKM agar tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan harga jual.
Terkait hal ini, anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, Hj. Enny Minarsih menilai, ini adalah langkah yang cukup realistis dan proaktif dari pemerintah kota Surabaya.
“Yang mana mereka tidak bisa mengendalikan faktor eksternal dari efek global, karena energi dan pasokan global yang naik sampai 60 persen,” ujar Hj. Enny Minarsih, Kamis (09/04/2026).
Apalagi, sambung Enny Minarsih, kemasan plastik ini dipakai hampir di semua produk kebutuhan harian para pedagang maupun pelaku UMKM.
Keresahan para pelaku usaha akibat kenaikan harga plastik, jelas Enny Minarsih, dirinya mengecek langsung ke pedagang dimana pedagang dan pelaku UMKM resah dengan melambungnya harga plastik.
Contohnya, kata Enny Minarsih, barusan saya ke salah satu Kedai didepan kantor Pemkot Surabaya bertemu dengan pelaku usaha martabak dan mie.
Dimana, ungkap Enny, pelaku usaha martabak mengaku resah dengan kenaikan harga plastik dan bahan baku lainnya, dan ini dirasakan oleh UMKM.
“Plastik buat tempat petis yang sebelum lebaran harganya Cuma Rp5.000, setelah lebaran naik Rp6.500 dan besok bakal naik lagi menjadi Rp10.000,”ungkap Enny Minarsih.
Enny Minarsih kembali mengatakan, belum lagi gelas plastik untuk minuman itu juga naik harganya.
“Penjual berharap pemerintah kota juga menyampaikan kenaikan ini secara jelas ke masyarakat, agar bisa diketahui bersama baik penjual maupun pembeli, agar sama-sama bisa memahami kondisi ini,”ungkap Enny Minarsih.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi dalam siaran pers Dinkominfo Kota Surabaya mengungkapkan, bahwa kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan dan dipicu oleh faktor global.
“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari,” kata Mia Santi Dewi.(trs)
