Pinjaman Puspita Bank Suroboyo-BPR Surya Artha Utama Perseroda Melonjak Drastis

Pinjaman Puspita Bank Suroboyo-BPR Surya Artha Utama Perseroda Melonjak Drastis

Surabaya, newrespublika– PUSPITA (Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh) Bank Suroboyo-BPR Surya Artha Utama (SAU) Perseroda alami lonjakan yang sangat drastis dalam kurun waktu lima tahun.

Sejak diluncurkan Puspita tahun 2021, nasabah Bank Suroboyo BPR Surya Artha Utama Perseroda tumbuh signifikan seiring pesatnya pertumbuhan UMKM di Surabaya.

Direktur Utama Bank Suroboyo-BPR Surya Artha Utama (SAU) Perseroda, Renny Wulandari mengatakan, pinjaman Puspita sangat diminati pelaku usaha terutama UMKM, karena syarat pinjaman yang mudah untuk modal usaha mikro dan kecil.

“ Jadi pada prinsipnya Bank Suroboyo-BPR SAU Perseroda ini kan masih fokus di UMKM, karena Pemkot Surabaya ingin sekali UMKM di Surabaya itu bisa tetap tumbuh, bisa eksis dalam situasi ekonomi secara global ini,” ujar Renny Wulandari saat dihubungi media, Jumat (10/04/2026).

Ia menerangkan, untuk pinjaman atau kredit UMKM Puspita sejak diluncurkan tahun 2021 tumbuh signifikan. Yang semula nasabah Puspita hanya 55 nasabah dengan total pinjaman sebesar Rp137.500.000, hingga tahun 2025 melonjak menjadi 1.694 nasabah dengan total pinjaman menjadi sekitar Rp4,9 miliar.

“Pertumbuhannya hingga double digit, karena pinjaman Puspita kami itu sangat ringan dengan paltform pinjaman Rp2,5-5 juta rupiah,”terangnya.

Renny Wulandari menambahkan, jika usahanya tumbuh terus dan nasabah butuh modal lagi, kita arahkan ke Pinjaman si KUMIS (Kredit UMKM Surabaya) dengan plarform pinjaman Rp5-25 juta.

Dirinya menjelaskan, sejak triwulan pertama tahun 2025 pinjaman Puspita tumbuh sangat positif dengan capaian nasabah menjadi 1.619 orang, dengan total pinjaman sekitar Rp4,6 miliar.

“Jadi, di bulan Maret 2025 saja kita ada tambahan nasabah 66 orang dengan total pinjaman sebesar Rp217 juta. Dan, sampai akhir Desember 2025 meningkat lagi menjadi Rp4,9 miliar dengan jumlah nasabah secara global menjadi 1.694 orang,”ungkapnya.

Dan di bulan Maret 2026, kata Renny Wulandari, kembali ada peningkatan pinjaman sebesar Rp577 juta dengan nasabah sebanyak 132 orang. Jadi total sampai triwulan ke 1/2026 total pinjaman Puspita mencapai Rp5,499 miliar.

“Mayoritas nasabah Puspita UMKM kuliner, karena banyak ibu-ibu yang memiliki usaha makanan di rumahnya seperti catering, usaha bandeng presto, kue dan snack,” pungkasnya. (trs)