Ratusan Massa Hadiri Dialog Kebangsaan di Taman Suroboyo yang Digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak

Ratusan Massa Hadiri Dialog Kebangsaan di Taman Suroboyo yang Digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak

Surabaya, newrespublika – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bertema “Menggali Api Pemikiran Bung Karno untuk Kedaulatan Bangsa di Era Digital” di Taman Suroboyo Kenjeran, Jumat malam (19/06/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan massa ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar sebagai ruang refleksi, dialog, sekaligus penguatan semangat kebangsaan bagi kader partai, generasi muda, dan masyarakat.

Kegiatan Dialog Kebangsaan juga dihadiri, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, Ketua DPRD Surabaya Saifuddin Zuhri, dan Akademisi sekaligus sejahrawan, Rojil Nugroho Bayu.

Dalam sambutannya Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menyampaikan, bahwa dialog kebangsaan diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan ruang pembelajaran politik yang sehat, dialogis, dan membangun kesadaran ideologis masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dialog Kebangsaan ini merupakan ikhtiar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak untuk menghidupkan kembali api pemikiran Bung Karno, agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” kata Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am.

Kami, tambah Abdul Ghoni, ingin masyarakat khususnya generasi muda memahami bahwa nilai-nilai Pancasila, gotong royong, nasionalisme, serta semangat berdikari bukan hanya menjadi sejarah, tetapi menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan era digital.

Melalui forum ini, tegas Abdul Ghoni, kami berharap lahir generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan tetap berpihak kepada kepentingan bangsa serta rakyat.

“Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan para nelayan menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan hanya dapat dibangun melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Abdul Ghoni yang juga anggota DPRD Surabaya ini.

Sementara itu H. Syaifuddin Zuhri, Ketua DPRD Kota Surabaya, memaparkan pentingnya peran DPRD sebagai representasi rakyat dalam menjaga semangat kebangsaan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan daerah.

Ia menjelaskan, bahwa DPRD memiliki fungsi strategis melalui legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk memastikan seluruh kebijakan daerah berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Saya menekankan pentingnya pembentukan peraturan daerah yang mampu menjawab kebutuhan publik, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemudaan, kebudayaan, dan kesejahteraan sosial,” kata Syaifuddin Zuhri.

Ditempat yang sama Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Pd., M.A., Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, mengajak peserta melihat kembali relevansi pemikiran Bung Karno dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini.

“ Pemikiran Bung Karno tidak hanya relevan pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pedoman penting dalam menghadapi tantangan bangsa di era digital,” jelas Rojil Nugroho.

Sementara dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Ir. H. Armuji, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada seluruh kader dan masyarakat.

“Bung Karno telah mewariskan fondasi kebangsaan yang sangat kuat melalui Pancasila, semangat gotong royong, serta cita-cita Indonesia yang berdaulat,” tutup Armuji.

Seperti diketahui, kegiatan Dialog Kebangsaan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Bulak.

Selain dihadiri oleh kader dan simpatisan PDI Perjuangan, kegiatan ini juga diikuti oleh tokoh masyarakat Kecamatan Bulak, tokoh agama Kecamatan Bulak, jajaran Karang Taruna Kecamatan Bulak, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulak beserta badan otonom (Banom) NU, perwakilan nelayan, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. (trs)