Buku Bung Karno Aku Arek Surabaya Akan Jadi Materi Belajar SD dan SMP, Bang Jo: Hadirkan Materi yang Perspektif dan Berimbang

Buku Bung Karno Aku Arek Surabaya Akan Jadi Materi Belajar SD dan SMP, Bang Jo: Hadirkan Materi yang Perspektif dan Berimbang

Surabaya, newrespublika-Pemkot Surabaya berencana menjadikan buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP di Kota Pahlawan.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan yang biasa disapa Bang Jo.
‎
‎Meski mendukung gagasan tersebut, Bang Jo memberikan catatan agar materi pembelajaran tetap menghadirkan perspektif yang berimbang.
‎
‎Bang Jo menerangkan, berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hasil perjuangan bersama para pendiri bangsa, bukan hanya satu tokoh.
‎
‎”Sehingga ide itu cukup baik, tetapi diperlukan adanya balance, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini didirikan tidak hanya satu orang, tapi oleh sekelompok anak bangsa yang punya cita-cita yang sama,” ujar Bang Jo di Surabaya, Selasa (30/6/2026).
‎
‎Karena itu, ia menilai perlu adanya kolaborasi dengan memasukkan pemikiran tokoh-tokoh bangsa lainnya dalam materi pembelajaran tersebut.
‎
“Perlu adanya kolaborasi antara pemikiran-pemikiran yang lahir daripada tokoh-tokoh bangsa, misalnya pemikiran Ki Hajar Dewantara, Muhammad Yamin serta Muhammad Hatta sebagai tokoh proklamator,” lanjutnya.
‎
‎Sebab, menurutnya jika dikolaborasikan dengan pemikiran para pendiri bangsa lainnya, para siswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai nilai-nilai kebangsaan.
‎
‎”Sehingga siswa-siswa memahami tentang bagaimana konsep nasionalisme, gotong-royong yang digulirkan oleh Founding Father,” ungkapnya.
‎
Saat ditanya apakah kebijakan tersebut akan berdampak pada perubahan kurikulum, Johari menegaskan bahwa langkah tersebut harus melalui konsultasi dengan pemerintah pusat.
‎
“Ya tentunya itu perlu dikonsultasikan dengan Kementerian Pendidikan, gitu iya,” ucapnya.
‎
Ia pun berharap wacana tersebut dapat diwujudkan dengan pendekatan yang inklusif, sehingga mampu mencerminkan semangat kebangsaan yang dibangun oleh seluruh pendiri bangsa.
‎
‎”Sehingga menggambarkan bahwa republik ini adalah, milik semua anak bangsa yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia ini,” pungkas Bang Jo.(trs)
‎