Surabaya, newrespublika-PDI Perjuangan terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan hingga tingkat akar rumput. Komitmen tersebut terlihat dalam rapat konsolidasi yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tenggilis Mejoyo dan PAC Gunung Anyar bersama pengurus ranting serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Anak Ranting, Minggu (12/7/2026).
Konsolidasi yang dipimpin Ketua PAC Tenggilis Mejoyo Fernandes Dadul dan Ketua PAC Gunung Anyar H. Sudarsono dan dihadiri Anas Karno sebagai Pembina Wilayah Dapil 3 itu, tidak hanya membahas mekanisme pengusulan calon Ketua Ranting, tetapi juga menjadi momentum mendorong munculnya kader-kader muda, termasuk generasi Z, untuk mengambil peran lebih besar dalam organisasi partai.
Fernandes menegaskan regenerasi kepemimpinan merupakan kebutuhan organisasi yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, partai harus mampu memberikan ruang kepada kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat perjuangan untuk tampil sebagai pemimpin masa depan.
“Kader muda selayaknya mulai diberi ruang untuk berproses dan memimpin. Regenerasi bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi menyiapkan estafet perjuangan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya.
Hal senada disampaikan H. Sudarsono. Ia menilai keterlibatan kader muda dan Gen Z menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat organisasi di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Menurutnya, generasi muda memiliki cara pandang baru, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang dapat menjadi kekuatan bagi partai untuk semakin dekat dengan masyarakat, khususnya pemilih muda yang jumlahnya terus meningkat.
Dalam konsolidasi tersebut, seluruh proses pengusulan calon Ketua Ranting ditegaskan harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, dilaksanakan secara demokratis, tertib, transparan, dan mengedepankan musyawarah.
Anas Karno mengatakan, selain membahas regenerasi kepemimpinan, forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antarstruktur partai dari tingkat PAC, ranting hingga anak ranting.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kader bergerak dalam satu barisan dan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat di wilayah masing-masing,” jelas Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya tersebut.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDIP Surabaya itu menambahkan, dengan konsolidasi yang dilakukan secara serentak di dua kecamatan tersebut, PDI Perjuangan Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan generasi penerus partai.
“Tidak hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi kader muda dan Gen Z untuk menjadi bagian dari kepemimpinan partai di masa depan” pungkas Anas.(trs)
