Komisi C DPRD Surabaya Dorong Pemkot Antisipasi El Nino dengan Perbanyak Tanam Pohon

Komisi C DPRD Surabaya Dorong Pemkot Antisipasi El Nino dengan Perbanyak Tanam Pohon

Surabaya, newrespublika-Komisi C DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar mengantisipasi fenomena pemanasan suhu (el Nino), dengan memperbanyak penanaman pohon.

Anggota Komisi C, Achmad Nurdjayanto menegaskan, kita harus waspada sejak dini khususnya di tahun depan prediksi BMKG yang menyatakan bahwa el nino (musim panas) akan sangat panjang, sehingga menimbulkan potensi kekeringan.

“Harapan saya di kota Surabaya mumpung ini lagi membahas APBD 2027 Pemerintah kota harus menyiapkan anggaran terkait dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut khususnya di bidang kesehatan pangan, dan air,” ujar Achmad Nurdjayanto di Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah kota harus memikirkan bagaimana agar nantinya ketika prediksi ramalan itu terjadi, Pemerintah kota Surabaya sudah siap menghadapinya.

Antisipasi seperti apa, sambung legislator muda Partai Golkar Surabaya ini, memperbanyak tanaman-tanaman pohon dan juga persediaan air. Sehingga ketika menghadapi musim kemarau dan badai El Nino yang diprediksi panjang itu pemerintah kota sudah siap.

“Termasuk air bersi, sehingga Surabaya ini tidak seperti daerah lain yang mungkin tidak siap menghadapi musim kekeringan,” ungkapnya.

Jadi, kata Achmad, Pemkot Surabaya harapannya Seperti di perda penanggulangan banjir, pemerintah kota juga menyiapkan fungsi dari tampungan-tampungan air tersebut

Sehingga, sambungnya, ketika musim hujan itu bisa meminimalkan potensi kebanjiran, dan air tersebut dapat dipergunakan atau diolah menjadi persediaan air bersih ketika menghadapi musim kemarau panjang.

“Karena air dari kolam-kolam tampung itu bisa dibuat untuk kelola menjadi air bersih, ataupun bisa dibuat untuk kebutuhan-kebutuhan pemerintah kota dalam hal taman, dan juga penyiraman pohon-pohon yang ada di kota Surabaya,”jelasnya.

Lebih jauh Achmad mengatakan, dalam nota keuangan APBD 2027 kemarin Wali Kota Eri Cahyadi juga menyampaikan bahwa tahun 2027 ini selain untuk infrastruktur juga fokus pada penanganan banjir di daerah-daerah yang memang potensi banjirnya cukup tinggi.

Jadi, beber Achmad, penanggulangan banjir ini bisa marathon linier beririsan dengan potensi kekeringan yang akan terjadi juga ketika musim kemarau.

“Nah, anggaranya bisa jadi satu. Jadi kegunaannya dua, ketika musim hujan bisa untuk menanggulangi banjir, musim kemarau bisa untuk meringankan atau mengurangi potensi kekeringan yang ada di kota Surabaya,” pungkasnya.(trs)