Buchori Imron: Anggaran Rp2,6 Triliun Infrastruktur di Surabaya Sudah Terserap 80 Persen

Buchori Imron: Anggaran Rp2,6 Triliun Infrastruktur di Surabaya Sudah Terserap 80 Persen

Surabaya, newrespublika-Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron mengakui, penyerapan anggaran infrastruktur sampai Oktober 2026 sudah mencapai 80 persen dari total anggaran Rp2,6 triliun.

“Pekerjaan fisiknya sudah selesai, tapi kan menurut mereka kontraktor  hanya penagihannya yang belum,” ujar Buchori Imron di Surabaya, Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, lalu yang kedua kenapa sekarang banyak kontraktor kerjaannya tersendat karena ada aturan tentang kontrak payung yang merugikan kontraktor.

Sehingga, tegas politisi PPP Kota Surabaya ini, perlu adanya evaluasi kontrak payung. Hanya saja kontrak payung ini instruksi dari pemerintah pusat.

Buchori mendorong Pemkot Surabaya tidak hanya prioritaskan proyek fisik di tengah kota saja.

Namun, tegasnya, pekerjaan fisik terutama yang minor-minor pengendalian banjir seperti box culvert gorong-gorong di kampung-kampung juga di prioritaskan.

“Sekarang ini pembangunan utamanya banyak drainase di lingkungan, itu kan banyak yang tidak diprogramkan oleh pemerintah kota. Buktinya pokir dewan banyak yang tidak jalan,” bebernya.

Terus kemudian yang banyak dikerjakan itu kan program drenase perkotaan, terang Buchori, cuma di tengah kota pun kan pekerjaan fisik banyak yang sudah terselesaikan pada tahun yang lalu.

Sehingga tahun ini, jelasnya, untuk drainase perkotaan itu juga tidak terlalu banyak pekerjaan karena memang anggaran sekarang tidak banyak dan kenyataannya karena tidak ada duitnya.

“Namun secara umum proyek infrastruktur masih tetap berjalan, meski dari sisi anggaran belum terserap semua,” pungkasnya.(trs)

 

 

 

 

Anak-anaknya, ya itu dah.