Baktiono: Draft Pasal Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik Sudah 90 Persen

Baktiono: Draft Pasal Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik Sudah 90 Persen

Surabaya, newrespublika-Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik DPRD Surabaya, Baktiono mengakui kinerja Pansus hingga saat ini menunjukkan progres yang signifikan.

Terbukti, kata Baktiono, penyusunan draft pasal per pasal Raperda ini sudah mencapai 90 Persen, tinggal finalisasi saja.

Hal tesebut diungkapkan Baktiono usai rapat koordinasi antara Pansus dengan Pakar dan PERPAMSI DPD Jawa Timur yaitu, wadah organisasi bagi 38 PDAM/BUMD Air Minum di Jatim.

“Draft pasal dan ayat ini sudah sangat lengkap, apalagi juga dapat masukkan dari pakar Prof. Joni Hermana tadi menyampaikan ini sangat lengkap dan 90 persen sudah bagus,”ujar Baktiono kepada wartawan usai rapat Pansus dengan Pakar dan Perpamsi Jatim, Senin (05/04/2026).

Ia menambahkan, tadi ada juga karena ada peraturan menteri PU itu juga harus dimasukkan, intinya dalam draft untuk pengerjaan pengelolaan sistem pengelolaan limbah domestik ini kalau di daerah mirip seperti otonomi daerah.

“Jadi semua diserahkan kepada daerah, kota, kabupaten, maupun provinsi. Pemerintah pusat hanya membuat regulasi dan bisa diterapkan oleh pemerintah daerah,”terangnya.

Seperti, sambung Baktiono, Kota atau kabupaten untuk pemerintah daerah yang sudah ini, setelah itu sudah banyak. Menurut Pak Wisnu mantan direktur PDAM Surya Sembada Surabaya yang perwakilan dari Perpamsi, dia juga sebagai ahli di bidangnya tadi juga kita undang

Baktiono menjelaskan, daerah yang sudah bangun pengelolaan limbah domestiknya adalah Banda Aceh, Palembang, Kertasura Solo, Kabupaten Badung-Bali, Denpasar, dan Banjarmasin.

“Berarti Surabaya mau tidak mau juga harus segera melaksanakan untuk sistem pengelolaan air limbah domestik tergantung kesiapan dari eksekutif dalam hal ini Pemkot Surabaya,”jelas Baktiono yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya ini.

Lebih jauh Baktiono mengatakan, sebenarnya Pemkot Surabaya tidak perlu khawatir soal anggaran bangun pengelolaan air limbah domestik, karena semua daerah itu juga mendapat dana hibah dari negara-negara lain.

Dana hibah dari Jerman, ungkap Baktiono, Kanada, Australia dan juga ada daerah-daerah lain yang oleh para profesor, para ahli ini juga siap untuk memfasilitasi agar Surabaya bisa cepat tercapai bangun pengelolaan limbah domestiknya.

Dirinya menambahkan, kalau daerah lainnya itu paling tinggi mendapatkan anggaran hibah sampai Rp900 miliar, tapi kalau Surabaya saya yakin bisa lebih karena juga jumlah penduduk, luas area, tingkat kesulitan ini tinggi.

“Dan yang mengerjakan nanti dari pihak yang pemberi hibah itu sendiri. Maka kita niatkan regulasi dan kami harapkan juga pemerintah kota nanti Perdanya juga sudah disiapkan,”pungkasnya.(trs)