Surabaya, newrespublika-Komisi B DPRD Surabaya sebut UMKM merupakan tulang punggung (Backbone) perekonomian daerah, termasuk Kota Surabaya.
Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi B dari Fraksi PKS, Hj. Enny Minarsih kepada media ini di Surabaya, Selasa (10/03/2026).
Hanya saja, kata Enny Minarsih, masih perlu adanya dukungan dari Pemkot Surabaya terkait pemberdayaan UMKM, kemudian perizinan, NIB, dan yang lain-lain yang mendukung, termasuk kemudahan akses permodalan.
“Banyak muncul UMKM baru sehingga bertambah pelaku usahanya, jadi terus bertumbuh, dan bisa tangguh itu harapan kita,”ujar Hj. Enny Minarsih.
Ia menerangkan, jumlah UMKM eksisting di Surabaya kurang lebih 7 ribuan, dan terus bertumbuh pesat. Tapi yang eksisting baru 350 UMKM dan ini menjadi penopang ekonomi lokal.
Mengapa, terang politisi PKS Kota Surabaya, karena yang terlibat di UMKM itu banyak seperti, pegawainya, mitra bisnisnya, produknya, sehingga tentunya menjadi multiplier efect terhadap roda perekonomian.
Yang harus dipikirkan saat ini, kata Enny, bagaimana pelaku UMKM terus mendapat supporting dari Pemkot Surabaya terkait, pelatihan digital marketingnya, akses permodalannya, dan pemasarannya.
Selain itu, sambung Enny, yang perlu diperhatikan bagi pelaku UMKM adalah mental usaha dan sense bisnisnya agar terus berkembang pesat.
“Walaupun UMKM sudah go digital, tapi kalau nggak punya ketangguhan nanti kena masalah sedikit sudah down seperti itu, sudah langsung nyerah gitu kan,”ungkapnya.
Tapi kalau wawasan pelaku UMKM ini juga dibekali ketangguhan, ungkap Enny Minarsih, jadi tidak mudah menyerah. Contohnya, selama ramadhan banyak UMKM berdiri meski ditengah hujan terus setiap hari, tapi mereka tetap berjualan.
Enny kembali mengatakan, UMKM sebagai tulang punggung ekonomi. Namanya tulang punggung kan mesti harus dikasih suntikan suplemen agar kuat.
Ya kan menurut saya menjadi sebuah keniscayaan bahkan kewajiban pemerintah kota memberikan regulasi khusus ke para UMKM ini, agar lebih maju lagi.
Tapi alhamdullilah, tambah Enny, Pemkot sudah banyak bantu UMKM seperti, dengan bekerjasama ke seluruh hotel di Surabaya sebagai suplai produk
“Perhotelan itu bisa bekerja sama mau dengan UMKM bisa dari kulinernya atau oleh-olehnya. Itu kadang kan sudah ada beberapa hotel tapi kan enggak banyak pusat oleh-oleh pun ada mungkin space-space ya mungkin perlu diperbanyak lagi,”pungkasnya.(trs)
