Dituding Penyebab Banjir, Komisi C Desak Pemkot Surabaya Beri Surat Peringatan ke PT Heinrich Success Property

Dituding Penyebab Banjir, Komisi C Desak Pemkot Surabaya Beri Surat Peringatan ke PT Heinrich Success Property

Surabaya, newrespublika – Puluhan warga Perumahan Sukolilo Dian Regency, Kelurahan Keputih, mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (6/1/2026).

Mereka mengadukan pengembang perumahan baru, PT Heinrich Success Property, yang dituding menjadi penyebab banjir di wilayah mereka akibat pembangunan jembatan yang menutup aliran sungai.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, yang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sehari sebelumnya, membenarkan keluhan warga. Ia menyebut dampak pembangunan tersebut sangat fatal bagi sistem drainase di kawasan Keputih.

“Hasil pengecekan kami, jembatan itu menutup saluran air yang merupakan muara seluruh kawasan Keputih. Bahkan ada masjid yang puluhan tahun tidak pernah banjir, sekarang ikut tergenang. Ini serius,” ungkap Eri.

Ia mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat peringatan kepada PT Heinrich Success Property.

Eri Irawan menekankan bahwa izin pembangunan jembatan bisa dicabut jika pengembang terbukti melanggar fungsi saluran dan merugikan warga.

“Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Dampak lingkungan dan keberlanjutan hidup warga harus jadi prioritas. Kami akan awasi ketat, jika Pemkot tidak tegas, kami akan panggil kembali pihak terkait,”kata Eri.

Sementara Perwakilan warga, Syah Niar Herbowo, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan di sisi perumahan mereka telah menyumbat akses aliran air menuju muara. Dampaknya sangat dirasakan warga pada awal tahun baru kemarin.

“Pembangunan itu menutup sungai. Akibatnya, pada 1 Januari 2026 kemarin, wilayah RT 04, RT 08, dan RT 09 RW 2 Kelurahan Keputih terendam banjir. Ini pertama kalinya terjadi dalam puluhan tahun kami tinggal di sana,” ujar Syah Niar usai hearing bersama Komisi C DPRD Surabaya.

Warga merasa geram karena sebelumnya wilayah mereka dikenal bebas banjir. Namun, sejak proyek tersebut berjalan, hujan dengan intensitas sedang saja sudah cukup untuk membuat air meluap ke pemukiman.(trs)