Surabaya, newrespubkika- Tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya mulai operasikan mesin Pirolisis yaitu teknologi pengolahan limbah yang memanaskan bahan organik (seperti plastik, karet, atau biomassa) pada suhu tinggi tanpa oksigen untuk mengubahnya menjadi produk bernilai tambah seperti bahan bakar minyak (solar, bensin), gas, dan arang (biochar), menjadikannya solusi ramah lingkungan untuk mengelola sampah sambil menghasilkan energi alternatif.
Dedi Irianto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya mengatakan, dilaksanakan tahun ini, kemarin sudah dicoba dan sekarang sudah mulai di uji coba. “Barang sudah, harusnya tahun ini sudah operasional,” ujar Kadis DLH, Jum’at (9/1/2026).
Lanjut Dedi Irianto, untuk mesinnya sudah jadi dan sudah beroperasi, cuma TPS Terpadu nya akan dilaksanakan pembangunan tahun ini sampai Desember. “Jadi belum dibangun masih rencana, tapi mesin Pirolisis nya sudah ada, gunanya untuk merubah sampah menjadi RDF (Refius, Derived Fuel) yaitu bahan bakar alternatif yang dibuat dari sampah. Tahun ini mau dioperasikan.” terang Dedi Irianto.
Masih satu lokasi dengan TPST, itu mesin pendukungnya TPST dan untuk kapasitasnya 150 ton per hari, rencananya sampah-sampah itu bisa masuk kesana. “Dia bisa menggelola sampah apa saja, untuk sampah yang masuk akan dipilah dulu. Itu kan ada TPS 3R dan TPS 3R akan kita kembangkan jadi mesin itu.” papar Dedi.
“Dipilah dulu yang laku laku dijual, yang ngak laku residunya baru dimasukkan di situ untuk jadi RDF.” tambah Dedi.
Saat ditanya kedepannya apa seluruh TPS 3R akan dipasang mesin pirolisis, Dia mengatakan, ini masih satu, kedepannya kita lihat efektifitas dari mesin ini, “Inikan baru di coba satu mesin, efektif tidak. Karena kedepannya kalau ini efektif, baik bisa kita terapkan itu,” pungkas Dedi. (trs)
