Pemkot Surabaya Matangkan Lahan dan Desain Rusunami untuk Gen Z, Komisi C: Prioritaskan Warga Surabaya

Pemkot Surabaya Matangkan Lahan dan Desain Rusunami untuk Gen Z, Komisi C: Prioritaskan Warga Surabaya

Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan langkah percepatan penyediaan hunian bagi warga, khususnya generasi muda atau Gen Z, melalui rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).

Saat ini, pemkot menitikberatkan pada penyiapan lahan serta pematangan desain proyek agar segera dapat direalisasikan.

Rusunami tersebut direncanakan hadir dengan konsep hunian modern dan menyasar Gen Z yang belum memiliki rumah pribadi. Pembangunannya akan dilakukan di dua kawasan, yakni Rungkut (Surabaya Timur) dan Tambak Wedi (Surabaya Utara).

Terkait hal ini, anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Sukadar mendukung penuh langkah Pemkot yang akan membangun rusunami Gen Z.

Sukadar menerangkan, posisi Gen Z dari tahun ke tahun perkembangannya sangat cepat, secara otomatis bagaimana posisi Gen Z itu bisa terwadahi dalam hal hunian.

Menurutnya, mungkin bukan Gen Z tapi milenial, karena kalau Gen Z kan umur 13-20 tahun sehingga belum memikirkan tempat tinggal atau hunian sendiri.

“Berbeda milenial umur 21 keatas, bisa jadi lulus kuliah langsug kerja dan mampu untuk membeli unit rusunami,” ujar Sukadar di Surabaya, Senin (13/04/2026).

Paling tidak, tambah Sukadar, mereka milenial saat ini yang membutuhkan terkait dengan rusun, dan ini ditangkap peluang oleh Pemkot Surabaya.

“Jadi kami dukung adanya rusunami milenial, dan Surabaya memang sudah seharusnya memikirkan hal ini,” ungkapnya.

Sukadar mencontohkan di Busan Korea Selatan, dimana setiap per Kecamatan sudah miliki rusun, dibangun entah itu satu tower isinya 50 kamar atau dua tower itu ada 200 kamar.

Ketika kami tanya kepada teman-teman yang ada di wilayah Busan Korea untuk apa persiapan rusun dibangun setiap kecamatan, mereka bilang untuk menjawab kebutuhan hunian.

“Jadi posisinya sebelum masuk kebutuhan, paling tidak pemerintah sudah menyiapkan lebih dahulu, untuk antisipasi bahwa menjadikan perkembangan pertumbuhan penduduk seimbang dengan kebutuhan perumahan yang ada di Kota Surabaya,”terang Sukadar.

Sementara dalam siaran pers Diskominfo Kota Surabaya Senin (13/04/2026) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan, konsep hunian berjenjang ini mencakup beberapa kategori, mulai dari Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bersubsidi hingga rusunami.

“Rusunami nantinya kita akan menyediakan konsep hunian ini berjenjang. Jadi yang sudah dimiliki pemkot saat ini adalah rusunawa subsidi yang sewa tertingginya Rp150.000 per bulan. Itu untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” kata Iman.(trs)