Jakarta, newrespublika-Sebuah momentum bersejarah dalam pergerakan misi dan kelembagaan gereja di Indonesia.
Gereja Misi Sejahtera secara resmi menyatakan bergabung dan berintegrasi ke dalam Perkumpulan Persatuan Ekklesia dan Badan Misi Indonesia (PEBMI).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum dalam konferensi pers bersama yang digelar di Jakarta, Jumat (19/06/2026) didampingi oleh jajaran fungsionaris kepengurusan pusat, antara lain Wakil Pengurus Bapak Afny Vendy Meru , Sekretaris Pengurus Bapak David Herson Tonius , Bendahara Pengurus Bapak Rizal Calvary Marimbo, Ketua Pengawas Bapak Budianto Andreas Nawawi, dan Wakil Pengawas Bapak Joyo Ryadi.
Mewakili Sinode Gereja Misi Sejahtera, Ps. Jeremy Mantofa mengatakan, langkah strategis ini menandai babak baru sinergi pelayanan gerejawi di tingkat nasional, dalam mewujudkan Amanat Agung secara terstruktur, berdampak, dan berkelanjutan.
“PEBMI merupakan wadah organisasi payung ( aras ) nasional baru yang didirikan untuk menaungi berbagai sinode gereja, lembaga misi, serta yayasan injili di seluruh yurisdiksi Indonesia,” ujar Ps. Jeremy Mantofa.
Dirinya berharap kehadiran Gereja Misi Sejahtera bisa memberikan dampak positif bagi lingkaran keluarga besar PEBMI.
“Khususnya dalam mentransfer pengetahuan tata kelola pelayanan modern dan multiplikasi jemaat,” terang Ps. Jeremy Mantofa.
Ia menjelaskan, melalui PEBMI, kami di Gereja Misi Sejahtera, menerima amanat untuk turut aktif membagikan Sistem Pertumbuhan Gereja melalui konferensi serta pelatihan dalam memaksimalkan pemanfaatan media digital di dalam gereja.
Kami, kata Ps. Jeremy Mantofa, berkomitmen untuk mengemban tugas ini dengan baik, demi kemajuan Injil dan semangat untuk saling menopang antar komunitas gerejawi di tanah air.
Dalam momen bersejarah ini, kata Jeremy Mantofa, tidak hanya Sinode Gereja Misi Sejahtera yang bergabung dengan PEBMI. Yayasan Mawar Sharon Peduli (MSP) yang dipimpin oleh Ps. Lianggono Tejo Bunarto serta Sekolah Tinggi Teologi (STT) GMS yang diketuai Ps. Mulyadi Budiyanto juga turut bergabung dalam aras nasional ini.
“Tentu hal ini akan semakin memperkokoh peran PEBMI dalam berkontribusi bagi perkembangan gereja di Indonesia,” ungkap Jeremy.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus PEBMI, Bapak Hepy Yeremia Manopo juga menyambut kehadiran Gereja Misi Sejahtera, MSP, dan STT GMS dengan sukacita yang mendalam.
“Ini bukan sekadar penambahan jumlah anggota, melainkan sebuah penggabungan potensi ilahi untuk mempercepat perluasan Kerajaan Allah dan pelayanan misi di Indonesia,” tutup Hepy Yeremia.
Cakupan Kelembagaan Komprehensif Sebagai lembaga aras nasional, PEBMI memiliki cakupan keanggotaan yang luas dengan menaungi dan merangkul:
1. Sinode Gereja: gereja dari berbagai sinode yang menaungi gereja-gereja lokal.
1. Lembaga Misi dan Yayasan: Organisasi non-profit yang bergerak di garda depan pendidikan teologi, pelayanan sosial kemanusiaan, pengembangan media Kristen, hingga pengelolaan institusi sekolah-sekolah Kristen.
Legalitas Hukum yang Kokoh
Untuk memastikan operasional organisasi berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel, PEBMI telah mengantongi legalitas formal yang sah dari Pemerintah Republik Indonesia dan secara resmi berdiri pada tanggal 10 Juni 2026.
Melalui peresmian integrasi ini, PEBMI mengundang seluruh elemen gereja, lembaga misi, dan yayasan Kristen di Indonesia yang rindu bergerak bersama untuk bergabung.
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Sekretariat Pusat PEBMI yang beralamat di Gandaria City Lantai 3, Jl. Sultan Iskandar Muda, RT.10/RW.6, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jakarta 12130 atau melalui kontak telepon 0811-555-722.(trs)
