Mitra Jagal Keluhkan Sarpras, Komisi B Minta Pemkot Surabaya Evaluasi Fisik Bangunan RPH Tambak Osowilangun

Mitra Jagal Keluhkan Sarpras, Komisi B Minta Pemkot Surabaya Evaluasi Fisik Bangunan RPH Tambak Osowilangun

Surabaya, newrespublika-Komisi B DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk mengevaluasi bangunan baru RPH Tambak Osowilangun.

Pasalnya, para mitra jagal mengeluhkan fasilitas, sarana dan prasarana (Sarpras) yang belum maksimal di RPH Tambak Osowilangun seperti, elevasi lantai yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan air darah pasca pemotongan sapi menggenangi lantai.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi B Yuga Pratisabda Widyawasta, S.T. mengatakan, intinya teman-teman jagal ini mengeluhkan fasilitas di RPH di lokasi yang baru yaitu, di Tambak Osowilangun.

Memang ada beberapa yang dikeluhkan, kata Yuga, contohnya elevasi yang tidak sesuai menyebabkan pasca pemotongan sapi air ngecembung (menggenang), dan lain-lain yang tidak bisa limbah itu langsung keluar dengan baik.

Itu yang menjadi evaluasi, sambungnya, ada beberapa evaluasi tadi termasuk katrol dan lain-lain. Termasuk kondisi bangunan yang kurang memadai, ini harapannya momentum ini adalah evaluasi.

“Evaluasi terhadap pemerintah kota Surabaya untuk memperbaiki segala fasilitas, sarana-prasarana RPH Tambak Osowilangun,” ujar Yuga Pratisabda kepada wartawan, Senin (06/07/2026).

Ia menegaskan kepada Pemkot Surabaya, bahwa keikhlasan para mitra jagal yang sudah pindah dari RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun harus dijaga dengan baik.

Dalam artian, ungkap Yuga, mereka mitra jagal sudah mau pindah dengan baik-baik, mau beraktivitas usaha di sana direlokasi ke tempat yang layak, kami harap benar-benar layak.

Jadi kami di Komisi B, jelas politisi PSI Kota Surabaya, memberikan masukan kepada DPRKPP Kota Surabaya untuk segera diperbaiki. Tadi sesuai hearing kesepakatan tiga minggu tadi untuk perbaikan elevasi dan lain-lain untuk diperbaiki.

“Dan itu dikerjakan secara parsial. Jadi ada beberapa bagian yang dikerjakan disisi lain jagal tetap beraktivitas seperti itu. Harapan kami sebelum Agustus sudah selesai,” ungkapnya.

Yuga menerangkan, perbaikan sarpras RPH Tambak Owosilangun harus kuta kawal, termasuk tadi elevasi.

Ya memang saya tadi agak bingung, ini sebetulnya salahnya siapa sih? Perencanaan juga sudah, mungkin karena kondisi existing yang bekas tempat sampah atau apa yang menyebabkan settlement, akhirnya tanah itu tidak stabil tanah jadi ambles.

“Intinya, keluhan para jagal tolong diperhatikan agar aktifitas pemotongan sapi di RPH Tambak Osowilangun berjalan maksimal. Ini masalah daging loh yang disitribusikan keseluruh pasar di Surabaya, jadi jangan main-main lah soal sarpras,” pungkasnya.(trs)