Surabaya, newrespublika-Komisi A DPRD Surabaya menyebut intensitas Walikota Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lapangan sebagai bentuk kepemimpinan, pengendalian, dan penjaminan mutu pelayanan publik di Surabaya.
Seperti diketahui beberapa waktu terakhir ini Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi intens melakukan sidak ke lapangan.
Eri Cahyadi menjelaskan alasan dirinya belakangan intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi di Kota Pahlawan, bukan karena belum adanya sistem pengawasan, melainkan untuk memastikan seluruh mekanisme yang telah dibangun benar-benar dijalankan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Pattiselanno mengatakan, sidak yang dilakukan oleh Walikota akhir-akhir ini harus dilihat dari beberapa perspektif.
“Instensitas sidak yang tinggi tidak serta merta mencerminkan ketidakpercayaan terhadap jajarannya, tetapi lebih tepat dilihat dari fungsi kepemimpinan, pengendalian dan penjaminan mutu pelayanan publik,” ujar Pdt. Rio Pattiselanno di Surabaya, Senin (13/07/2026).
Ia menjelaskan, sidak merupakan instrumen validasi sistem, bukan pengganti sistem. Karena untuk memastikan apakah SOP, sistem dan mekanisme yang diterapkan benar-benar berjalan sesuai dengan kebijakan atau tidak.
Selain itu, terang Rio, sidak yang dilakukan juga untuk membangun budaya akuntabilitas. Supaya semua ASN yang bertugas benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar.
“Dengan tanggung jawab yang tinggi sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga,” terang Rio.
Dirinya mengungkapkan, hasil sidak kemudian digunakan sebagai dasar untuk perbaikan sistem. Berawal dari ditemukannya masalah yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyempurnaan regulasi, SOP, peningkatan kompetensi pegawai dan juga pemanfaatan teknologi.
“Selain itu juga untuk menyeimbangkan antara pengawasan langsung dan pengawasan berbasis data,” ungkapnya.
Yang terpenting, tegas Rio, dengan adanya sidak maka akan mendorong kepemimpinan berjenjang mulai dari Kepala OPD, Camat, Lurah dapat melakukan tanggung jawabnya dengan benar di lapangan.
Lebih jauh Rio Pattiselanno mengatakan, jika sidak dilakukan dengan proporsional maka sidak yang dilakukan Walikota dapat disebut sebagai bagian dari bentuk Management By Walking Around (MBWA) yaitu, pemimpin yang turun langsung untuk memahami kondisi real di lapangan, mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan kebijakan yang dibuat terlaksana sesuai harapan.
Jadi, kata Rio, instensitas sidak harus dimaknai sebagai upaya Walikota untuk memastikan sistem dan mekanisme yang telah dibangun benar-benar berjalan secara efektif di lapangan.
“Harapan kedepan adalah setiap OPD, Camat dan Lurah dapat mampu menjaga kualitas pelayanan secara konsisten, tanpa harus diawasi secara langsung atau dilakukan sidak,” pungkasnya.(trs)
