Perekaman IKD Kini Lebih Mudah, Anas Karno Dukung Pelayanan Langsung ke Permukiman Warga

Perekaman IKD Kini Lebih Mudah, Anas Karno Dukung Pelayanan Langsung ke Permukiman Warga

Surabaya, newrespublika-Bukan sekadar memberikan apresiasi dari gedung dewan, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, turun langsung ke tengah warga untuk melihat pelayanan jemput bola perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo Selasa (08/09/2026).

Anas mendatangi lokasi layanan di Jalan Panjang Jiwo Gang Besar Nomor 04 dan melihat langsung proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Ia juga menyapa serta berdialog dengan warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

Kehadiran Anas mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai layanan jemput bola membuat pengurusan administrasi kependudukan menjadi lebih mudah karena warga tidak harus datang jauh-jauh ke kantor pelayanan.

“Sangat membantu. Lokasinya dekat dengan rumah, jadi kami lebih mudah mengurusnya. Apalagi kalau ada petugas yang membantu prosesnya, warga yang belum paham teknologi juga merasa lebih terbantu,” ujar salah seorang warga.

Bagi Anas, respons tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang hadir langsung di lingkungan masyarakat memang dibutuhkan.

“Saya sengaja datang langsung ke lokasi untuk melihat bagaimana pelayanan ini dirasakan warga. Ternyata masyarakat sangat terbantu ketika pelayanan didekatkan kepada mereka. Ini yang harus kita dorong terus,” kata Anas.

Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan, transformasi digital tidak boleh hanya berhenti pada pembuatan sistem atau aplikasi. Digitalisasi harus menghasilkan pelayanan yang semakin mudah dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Digitalisasi jangan sampai bikin jarak dengan masyarakat. Jangan sampai warga yang tidak terbiasa dengan teknologi justru kesulitan. Teknologi harus membuat pelayanan semakin dekat, cepat dan sederhana,” tegasnya.

Menurut Anas, pola jemput bola menjadi salah satu solusi agar transformasi digital benar-benar inklusif. Terlebih bagi warga lanjut usia, warga dengan keterbatasan mobilitas maupun masyarakat yang memiliki kesibukan sehingga sulit datang ke kantor pelayanan.

Ia pun mendorong agar pola pelayanan seperti ini tidak hanya dilakukan di kelurahan, tetapi dapat diperluas melalui Balai RW dan titik-titik pelayanan yang dekat dengan permukiman warga.

“Kalau bisa pemerintah yang mendatangi warga. Jangan selalu warga yang harus mencari pelayanan. Ketika pelayanan hadir di tengah masyarakat, manfaatnya langsung terasa,” ujarnya.

Selain memantau layanan IKD, Anas juga mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan Kelurahan Panjang Jiwo, termasuk KUPAT MAMAH (KUnjungan di temPAT MAsalah tanAH).

Menurutnya, inovasi di tingkat kelurahan sangat strategis karena kelurahan merupakan wajah pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan hanya sistemnya canggih, tetapi apakah warga merasa dimudahkan. Kalau warga bisa dilayani lebih dekat, lebih cepat dan lebih sederhana, berarti pemerintah benar-benar hadir,” pungkas Anas.(trs)