Enny Minarsih: Perlu Monitoring dan Evaluasi Berkala Terhadap SWK di Surabaya

Enny Minarsih: Perlu Monitoring dan Evaluasi Berkala Terhadap SWK di Surabaya

Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebersihan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun.

Keluhan tersebut disampaikan melalui hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan berkaitan dengan kondisi meja makan yang masih dipenuhi peralatan makan bekas serta fasilitas wastafel yang mengalami kebocoran.

Komisi B DPRD Surabaya mendorong Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya agar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala terhadap Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Hj. Enny Minarsih mengatakan, memang SWK itu kan di bawah pembinaan ataupun pengawasan Dinkopumdag,  jadi saya mendorong adanya Monev itu yang berkala.

“Jadi masing-masing SWK berkoordinasi dengan Dinkop  seperti entah itu melalui paguyubannya karena kan sudah mendapatkan banyak fasilitas begitu, nah salah satu hal yang membuat SWK ramai itu komponennya ya kebersihan,” ujar Hj. Enny Minarsih di Surabaya, Selasa (15/09/2026).

Ia menambahkan, jika ada temuan seperti itu berarti kan ada monev yang tidak jalan. Ke depan saya mendorong Dinkopumdag Surabaya ataupun pihak yang bekerja sama dengan Dinkop untuk memberikan report  secara berkala, entah bulanan sehingga di lapangan tidak sampai terjadi SWK kurang nyaman.

Enny Minarsih menjelaskan, dirinya yang juga sebagai Ketua Bappemperda (Badan Pembuat Perda) ada pembahasan terkait menata SWK dan pasar tradisional yang ada di bawah Dinkopumdag.

Saat pembahasan tersebut, sambung politisi PKS Kota Surabaya ini, memang waktu itu penjelasannya  tentang hubungannya dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Tetapi memang jadi lebih tahu, lebih detail saat dari Dinkopumdag menjelaskan tentang kondisi SWK di Surabaya.

Sementara, terang Enny Minarsih, sejak Covid-19 secara retribusi dari sektor SWK nol rupiah. Nah kemarin salah satunya itu yang kita beri masukan mencoba untuk ada tambahan objek retribusi.

“Sebagai kompensasi dari retribusi ada pendampingan dari Dinkopumdag, agar SWK lebih bergerak dan berdampak untuk pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Termasuk salah satu yang membuat SWK ini kan kebersihannya, tegas Enny Minarsih, apalagi mayoritas kuliner tentu yang utama pasti soal kebersihan.

Dirinya menyarankan agar masing-masing SWK bisa saling sharing, yang masih belum sukses bisa belajar ke SWK yang sudah lebih sukses

“Kalau kita sekarang ngomongnya fokus ke kebersihan, walaupun banyak hal yang harus dibenahi seperti itu,” pungkasnya.(trs)