Surabaya, -Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB Kota Surabaya digelar pada Minggu (20/09/2026) di hotel Platinum Jalan Tunjungan Surabaya.
Seperti diketahui, Hotel Platinum merupakan hotel berbintang lima yang berada di pusat jantung kota Surabaya.
Ketua DPC PKB Kota Surabaya, M. Faridz Afif mengakui, Muskercab digelar di hotel Platinum mengandung folosofi mendalam bagi historis PKB.
Afif mengatakan, kita tempatkan di Hotel Platinum, Jalan tunjungan karena kita melihat bahwa dulu di zaman penjajahan Belanda, Laskar Hisbullah yang dipimpin ketika itu oleh KH. Hasyim Ashari yang berkumpul namanya Laskar Husbullah, kumpulnya di kantor NU Surabaya Bubutan, menuju ke Hotel Yamato.
“Tepatnya sekarang yakni Hotel Majapahit, lewatnya mulai jalan Gemblongan sampai jalan Tunjungan, itulah pertumpahan darah ketika itu kaum santri melawan penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar M. Faridz Afif di Surabaya, Senin (21/09/2026).
Nah, sambung Gus Afif sapaan M. Faridz Afif, hari Minggu kemarin kaum santri kumpul di Partai Kebangkitan Bangsa Kota Surabaya di jalan Tunjungan.
Kalau zama dulu, beber Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini, melakukan pertumpahan darah dengan kelompok penjajah, sekarang berkumpul para santri ber-PKB untuk bersama membangun negeri dan membuat rakyat sejahtera.
Ketika hari ini kumpul di PKB, jelas Gus Afif, kaum santri dulu mempertahankan kemerdekaan dengan kelompok namanya Laskar Hisbullah. Sekarang kaum santri kumpul dengan namanya Partai Kebangkitan Bangsa. Untuk apa hari ini? Untuk mensejahterakan warga kota Surabaya.
“Dengan cita-cita mulia ini, PKB Kota Surabaya optimis pada pemilu 2029 bisa meraih 8 kursi di DPRD Surabaya,” ungkap Gus Afif.
Untuk meriah 8 kursi, jelas Afif, kita fokus di internal dengan mulai memanaskan mesin politik partai, kita rapihkan, ibarat kendaraan mulai dari olinya kita benahi, kita kasih stempet semuanya supaya lancar mesin dan rodanya kita ganti, giginya kita ganti.
“Kita lihat nanti hasilnya di tahun 2029 Surabaya ijo royo dengan warna PKB,” pungkasnya.(trs)
