Surabaya, newrespublika-Pemkot Surabaya terus memperkuat digitalisasi kependudukan dengan tujuan memudahkan masyarakat mengurus Adminduk (Administrasi Kependudukan) tidak lagi harus ke Mall Pelayanan Publik di gedung Siola.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, ke depan mengurus adminduk di Surabaya semakin mudah via aplikasi (digital)
“Jadi, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Surabaya akan terus menggencarkan digitalisasi pemerintahan,” ujar Irvan Wahyudradjad di Surabaya, Senin (12/10/2026).
Ke depan, sambung Irvan, Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan menjadi Single Identity Number (SIN) atau identitas tunggal untuk seluruh pelayanan publik berbasis NIK maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Dan ini sudah terus bergulir bahwa NIK nanti akan sebagai SIN atau Single Identity Number, semua pelayanan publik berbasis NIK atau IKD,” kata Irvan.
Ia menyebut, pada tahun 2027, Pemkot Surabaya akan terus memasifkan penggunaan IKD dan NIK sebagai basis seluruh pelayanan publik.
Irvan Wahyudrajad menambahkan, ke depan di 2027 juga akan terus memasifkan bagaimana IKD atau NIK ini menjadi basis semua pelayanan publik khususnya di kota Surabaya.
“Jadi ketika digitalisasi kami berharap ke depan juga akan kami lakukan edukasi maupun sosialisasi pelayanan berbasis digital,” ujarnya.
Irvan menjelaskan, untuk pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), Dispendukcapil memiliki inovasi Klampid New Generation atau KNG.
Inovasi tersebut telah disosialisasikan kepada ASN pendamping maupun warga di kampung agar bisa mengurus adminduk secara digital dan mandiri.
“Dan dalam hari ini untuk adminduk kita punya Klampid New Generation atau KNG. Dan ini sudah kami sosialisasikan terus kepada ASN-ASN pendamping maupun warga-warga di kampung untuk bisa mengurus Adminduk secara digital atau secara mandiri, ini yang akan terus kita kerjakan,” jelasnya.
Terkait kendala warga yang masih gagap teknologi (gaptek), Irvan menyebut peran ASN sangat besar dalam mendampingi warga di lapangan.
“Perlunya kenapa ASN ini turun ke Balai RW untuk mendampingi warga-warga dalam konteks untuk kemandirian pelayanan publik tadi berbasis digital. Ini yang justru ASN ini perannya cukup besar di digitalisasi pemerintahan,” pungkasnya.(trs)
