Rumah Pompa Baru Surabaya Siap Beroperasi 1 Desember 2026, Aning Rahmawati: Semoga Tidak Ada Banjir Lagi

Rumah Pompa Baru Surabaya Siap Beroperasi 1 Desember 2026, Aning Rahmawati: Semoga Tidak Ada Banjir Lagi

Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan lima rumah pompa baru di sejumlah kawasan mulai beroperasi pada 1 Desember 2026.

Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mempercepat aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat memasuki musim penghujan.

Lima rumah pompa tersebut dibangun di kawasan Jalan Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati mengatakan, semua yang sudah dianggarkan di tahun 2026 itu sudah berdasarkan kajian dan sudah berdasarkan STMP (Surabaya Trinit Master Plan). Master Plan-nya memang harus dibangun (rumah pompa).

Dan itu juga sudah kita gedok dan kita sepakati. Sehingga harus diselesaikan di tahun 2026 dan harus sesuai dengan timeline nya.

“Sehingga jangan sampai nanti peristiwa-peristiwa di tempat yang lain tahun 2025 terulang. Rumah pompa dibangun tapi belum selesai sehingga banjir juga masih terjadi dan malah besar karena rumah pompa belum berfungsi, dan khawatir ini terjadi lagi di 2026,” ujar Aning Rahmawati di Surabaya, Senin (02/11/2026).

Maka, sambung politisi PKS Kota Surabaya ini, Pak Wali Kota .selain sidak juga harus memastikan bahwa Sesuai dengan timeline, jangan sampai terkendala juga dengan anggaran.

Karena dari apa yang disampaikan oleh DSDABM Kota Surabaya secara fisik itu hampir semua dari pekerjaan yang sudah digedok oleh Komisi C pemerintah kota yang sudah disepakati untuk warga kota Surabaya, itu secara fisik sudah 90% selesai.

Aning Rahmawati menerangkan, barusan saja kita melakukan evaluasi itu serapan anggaran masih 12%. Khawatirnya 90% sudah dikerjakan oleh pemerintah kota jangan sampai ini menghambat.

“Karena kalau kita cross-check dengan pendapatan daerah sampai dengan hari ini, itu juga sudah luar biasa ketercapaiannya,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, dari target PAD (Pendapatn Asli Daerah) Rp6,5 triliun sudah tercapai Rp6 triliun. Jadi sebetulnya dari PAD pun tidak membatasi pemerintah kota menyelesaikan serapan anggaran karena terkendala pekerjaan-pekerjaan yang harusnya sudah 100% selesai.

Yang katanya dampak signifikan bagi warga kota Surabaya karena finishingnya belum selesa, jelas Aning, rumah pompa yang harusnya 100% selesai saat ini 90% menjadi molor finishingnya.

Sehingga pada saat musim hujan turun rumah pompa ini belum berfungsi meskipun 98-99% 99% kalau belum bisa berfungsi tetap itu menjadi titik banjir baru bagi warga kota Surabaya.

“Maka pemerintah kota Surabaya harus betul-betul sesuai dengan sidaknya Walikota Eri Cahyadi 1 November kemarin sudah beroperasi  harapannya 100% di 2026 tidak ada banjir lagi,” pungkasnya.(trs)