Areknom Suroboyo Sayangkan Kerusakan Taman Saat Pawai Surabaya Vaganza 2026

Areknom Suroboyo Sayangkan Kerusakan Taman Saat Pawai Surabaya Vaganza 2026

Surabaya, newrespublika-Founder Areknom Suroboyo, Mas Rizki, menyayangkan kerusakan sejumlah taman kota yang diduga terjadi akibat terinjak penonton saat menyaksikan Pawai Surabaya Vaganza.

Mas Rizki mengatakan antusiasme masyarakat dalam menyaksikan agenda tahunan tersebut patut diapresiasi. Namun, ia menilai euforia warga seharusnya tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga fasilitas publik, termasuk taman kota.

“Kami menyayangkan adanya taman-taman yang rusak karena diinjak penonton pawai. Surabaya Vaganza adalah agenda yang membanggakan, tapi ruang publik juga harus tetap dijaga bersama,” kata Mas Rizki di Surabaya saat dihubungi awak media, Minggu (17/5)

Menurut dia, taman kota merupakan fasilitas publik yang dibangun dan dirawat menggunakan anggaran serta tenaga yang tidak sedikit. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki kepedulian untuk tidak merusak fasilitas yang ada.

Ia menambahkan, kerusakan taman bukan hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga mengurangi kenyamanan warga dalam menikmati ruang terbuka hijau.

“Jangan sampai setelah acara selesai, yang tersisa justru kerusakan. Kita semua harus punya rasa memiliki terhadap kota ini,” ujarnya.

Mas Rizki juga mendorong penyelenggara kegiatan dan pemerintah kota untuk melakukan evaluasi terhadap pengaturan area penonton dalam setiap agenda besar yang digelar di ruang publik.

Menurutnya, perlu ada pembatas, petugas pengarah, serta titik-titik khusus bagi penonton agar masyarakat tetap dapat menikmati acara tanpa merusak taman maupun fasilitas umum lainnya.

“Ke depan perlu ada pengaturan yang lebih baik. Penonton tetap bisa menikmati pawai, tetapi taman dan fasilitas publik juga tetap terlindungi,” katanya.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama agar kegiatan besar di Surabaya dapat berlangsung meriah, tertib, dan tetap ramah terhadap lingkungan kota.

“Surabaya ini rumah kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pungkas Mas Rizki. (trs)