Jakarta, newrespublika-PT Credit Bureau Indonesia (CBI), Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) terbesar di Indonesia, resmi ditunjuk sebagai mitra LPIP untuk SAPA UMKM, platform digital terintegrasi milik Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Penunjukan ini diumumkan pada peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, yang dihadiri lebih dari 1.700 peserta.
Melalui kemitraan ini, Andalan UMKM, platform milik CBI yang menyediakan laporan profil usaha akan terintegrasi secara langsung dengan SAPA UMKM. Integrasi tersebut ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 57 juta UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha membangun profil usaha yang lebih kredibel sebagai bekal untuk mengakses pembiayaan formal.
Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, mengatakan, bahwa tantangan terbesar UMKM dalam memperoleh pembiayaan sering kali bukan terletak pada potensi usahanya, melainkan pada kesiapan data dan administrasi yang dimiliki.
“Selama lima tahun terakhir, CBI membangun infrastruktur data untuk mendukung kesiapan UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal. Namun, kami belajar bahwa data saja tidak cukup, pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana data tersebut membentuk profil kredit mereka,” ujar Anton Adiwibowo di Jakarta, Selasa (21/07/2026).
Ia menerangkan, melalui integrasi Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, kami ingin memberikan akses bagi setiap pelaku UMKM untuk memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, dan mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan.
Kami, sambung Anton, percaya bahwa pelaku usaha yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya.
Dirinya menjelaskan, kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara CBI dan Kementerian UMKM yang ditandatangani pada 29 Juni 2025, yang menetapkan Andalan UMKM sebagai platform nasional pendukung informasi perkreditan dan kredibilitas usaha UMKM.
Anton mengungkapkan, melalui integrasi dengan SAPA UMKM, layanan tersebut kini menjangkau lebih luas dengan menghubungkan ekosistem pendataan UMKM nasional secara langsung dengan infrastruktur pendukung pembiayaan formal, sehingga semakin banyak pelaku usaha memiliki kesempatan untuk membangun rekam jejak kredit dan mengakses pembiayaan secara berkelanjutan.
“SAPA UMKM hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui sebuah super app terintegrasi yang menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan dan edukasi, akses pasar, dukungan produktivitas, hingga informasi berbagai program pemerintah,” pungkasnya.(trs)
