Komisi C: Pembangunan di Surabaya Cukup Masif

Komisi C: Pembangunan di Surabaya Cukup Masif

Surabaya, newrespublika-Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menyebut sampai dengan triwulan ke tiga tahun ini, pembangunan di Surabaya cukup masif.

“Sebenarnya pembangunan kan cukup masif baik itu di saluran atau di kawasan lingkungan dalam artian di perkampungan maupun di kawasan jalan-jalan perkotaan,” ujar Eri Irawan, Kamis (24/09/2026).

Contoh, sambungnya, ada JLLB (Jalan Lingkar Luar Barat) kemudian pelebaran jalan di Wiyung, kemudian beberapa rumah pompa termasuk yang sekarang sedang jalan itu rumah pompa Nginden Betani yang sudah dua tahun belum terselesaikan sekarang ini sudah jalan.

Kemudian di beberapa rumah pompa yang lain, kata Eri Irawan, juga jalan termasuk peningkatan kapasitas rumah pompa di Ahmad Yani maupun di kawasan Jemur Sari untuk menyelesaikan banjir di wilayah sekitar Tenggilis maupun di kawasan selatan Surabaya.

Eri Irawan menegaskan, jadi sebenarnya kalau dari sisi pembangunan, Pemkot Surabaya membangun cukup masif dan besar.

Cuma memang mungkin kita berharap agar Pemkot nanti juga menyampaikan capaian-capaian pembangunan itu melalui akun-akun media sosial yang ada, sehingga masyarakat bisa lebih terinformasikan.

Eri menerangkan, kalau dari sisi perencanaan memang sudah sesuai rencana. Jadi memang bertahap seperti terkait dengan pengendalian banjir.

Misalnya tahun ini kan fokus di beberapa titik di wilayah selatan dan di timur Surabaya, terang Eri, di samping di wilayah barat ada termasuk juga pembangunan bozem juga ada di wilayah Tengger dan segala macam.

“Ini yang terus berproses, dan saya kira nanti ke depan kalau kita sistem drainase semuanya sudah tuntas, insya Allah lokasi genangan air maupun luas genangan akan bisa turun secara signifikan,” bebernya.

Lebih jauh Eri Irawan mengatakan, pembangunan fisik terutama untuk penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Surabaya dari sisi anggaran sudah terserap.

Eri Irawan mengungkapkan, dari hasil rapat evaluasi kinerja Pemkot Surabaya hingga memasuki semester 2 tahun 2026 capaiannya variatif ada yang terserap 60-70 persen dari berbagai sektor.

Sektor pembangunan misalnya, kata Eri, di bidang jalan, bidang jembatan, maupun infrastruktur gedung itu variatif sekitar 60-an persen.

Tapi ini kan menunggu juga untuk pencairan anggaran akhir tahun, jelas Eri, jadi pekerjaannya sudah berjalan cuma memang termin pembayarannya belum berjalan.

“Nah termasuk anggaran pembangunan yang diambil dari Dana kelurahan. Dana Kelurahan itu untuk pembangunan fisik hampir kalau tidak salah sekitar Rp450 miliar,” pungkasnya.(trs)