Melirik Saham IPO, Kenali Hal ini Sebelum Berinvestasi

Melirik Saham IPO, Kenali Hal ini Sebelum Berinvestasi

Jakarta, newrespublika-Hingga akhir Agustus 2026, BEI mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun dan menyisakan tujuh perusahaan yang mengantre dalam pipeline IPO.

Pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan sekaligus membuka lebih banyak pilihan investasi bagi masyarakat.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menilai bahwa semakin banyak dan besar perusahaan yang melakukan IPO menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan pendanaan yang menarik bagi dunia usaha.

Menurutnya, bertambahnya jumlah perusahaan tercatat juga memberikan lebih banyak alternatif investasi bagi Masyarakat sebagai sarana diversifikasi portfolio investasi.

“IPO merupakan proses ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kalinya. Setelah proses penawaran umum selesai, saham perusahaan kemudian dicatatkan dan dapat diperdagangkan di BEI,” ujar Listyorini Dian Pratiwi, Jumat (18/09/2026).

Ia menambahkan, bagi perusahaan, IPO dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh pendanaan bagi pengembangan usaha serta peningkatan good corporate governance.

Listyorini menjelaskan, meningkatnya aktivitas IPO turut menarik perhatian investor. Setiap kali sebuah perusahaan melantai di BEI, antusiasme pasar biasanya meningkat.

Bahkan tidak sedikit saham yang mencatatkan kenaikan harga pada hari pertama perdagangan. Kondisi ini kerap memunculkan anggapan bahwa berinvestasi pada saham IPO selalu menguntungkan.

Padahal, kata Listyorini, kenaikan harga pada awal perdagangan belum tentu mencerminkan nilai fundamental perusahaan maupun menjamin kinerja saham dalam jangka panjang.

Listyorini juga berpandangan bahwa IPO tidak seharusnya dipandang hanya sebagai momentum pada hari pertama perdagangan atau akhir dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, IPO merupakan titik awal pertumbuhan perusahaan di pasar modal Indonesia.

“Setelah melaksanakan IPO, perusahaan diharapkan dapat melakukan berbagai aksi korporasi lanjutan pada tahun-tahun berikutnya, tumbuh bersama pasar modal Indonesia, serta memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham IPO?

1. Pelajari prospektus perusahaan

Listyorini meyarankan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mempelajari prospektus perusahaan. Dokumen ini merupakan sumber informasi utama yang memuat profil perusahaan, bidang usaha, kondisi keuangan, strategi bisnis, penggunaan dana hasil IPO, hingga berbagai risiko yang mungkin dihadapi.

Investor juga perlu mencermati bagaimana dana hasil IPO akan digunakan. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk ekspansi usaha, belanja modal, pembayaran utang, maupun kebutuhan lainnya sesuai dengan rencana perusahaan.

2. Pahami Model Bisnis Perusahaan

Selain membaca prospektus, investor perlu memahami bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dan menghasilkan pendapatan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain target pasar, sumber pendapatan, keunggulan kompetitif, serta strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis.

Tidak kalah penting, investor juga perlu melihat prospek industri tempat perusahaan beroperasi. Perusahaan dengan model bisnis yang jelas dan berada pada industri yang memiliki peluang pertumbuhan dapat memiliki ruang untuk berkembang, meskipun tetap terdapat risiko dan ketidakpastian yang perlu dipertimbangkan.

3. Cermati valuasi saham dan prospek bisnis, bukan sekadar harga saham

Harga saham yang ditawarkan dalam IPO tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan apakah suatu saham tergolong murah atau mahal. Investor perlu melihat harga tersebut dalam konteks nilai dan fundamental perusahaan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membandingkan valuasi perusahaan dengan perusahaan tercatat lain yang memiliki karakteristik atau bergerak di sektor yang sama. Investor dapat mempertimbangkan sejumlah rasio, seperti Price to Earnings Ratio (“PER”) atau Price to Book Value (“PBV”), dengan tetap memperhatikan karakteristik dan prospek bisnis masing-masing perusahaan.

Menurut Listyorini, tujuan utama dalam menilai saham IPO bukan dari sekadar mencari saham dengan harga yang murah, tetapi memastikan bahwa harga yang ditawarkan sebanding dengan fundamental dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

4. Kenali berbagai risiko investasi

Saham IPO tetap memiliki risiko investasi. Sebagai perusahaan yang baru memasuki pasar modal, kinerja perusahaan tercatat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun kondisi ekonomi dan industri.

Selain itu, harga saham setelah tercatat di Bursa dapat bergerak fluktuatif mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Karena itu, investor perlu memiliki ekspektasi yang realistis dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Alih-alih berfokus pada euforia ketika saham mulai diperdagangkan, investor dapat memanfaatkan momentum IPO untuk membangun portofolio yang lebih berkualitas melalui analisis yang komprehensif.

Dengan membaca prospektus, memahami model bisnis, menilai valuasi, serta mengenali berbagai risiko yang ada, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dan terukur.

Pada akhirnya, Listyorini menilai bahwa IPO dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan perusahaan sejak menjadi perusahaan terbuka.

Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada informasi yang memadai serta disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing investor

Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan Anda telah mempelajari prospektus dan informasi penawaran umum secara menyeluruh.

Informasi mengenai perusahaan yang sedang melaksanakan IPO, jadwal penawaran, serta dokumen prospektus dapat diakses melalui e-ipo.co.id maupun website BEI idx.co.id.

Pada akhirnya, berinvestasi di saham IPO bukan semata-mata tentang seberapa cepat mengikuti tren, tetapi tentang seberapa baik investor memahami perusahaan yang dipilih. (trs)