Surabaya, newrespublikaencana pelebaran pintu keluar Stasiun Pasar Turi yang menyentuh lokasi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di RW 3 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, membuat pedagang resah.
Namun dipastikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. PT KAI menyatakan tetap akan mengakomodir para pedagang dengan menyediakan tempat baru.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Tri Didik Adiono yang beberapa hari lalu disambati para pedagang.
“SWK masuk wilayah RW 3 Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan. Kebetulan RW-nya Pak Totok saya kenal. Jadi kalau untuk penggusuran itu masih lama,” ujar Tri Didik ketika dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026)
Menurut Didik Beldex, sapaan akrab Tri Didik Adiono, wacana pelebaran pintu keluar sudah pernah disampaikan Kepala Bidang Aset PT KAI saat rapat di Komisi A DPRD Surabaya.
“PT KAI Bidang Aset pernah menyampaikan di komisi memang ada wacana akan dibuat pintu keluar ke sana, diperlebar,” ungkap dia,
Namun, politisi senior PDI-P ini memastikan prosesnya masih panjang. “Dalam proses itu, wacana itu tidak sekarang, tapi sekitar satu atau dua tahun lagi,” jelas dia.
Wakil rakyat yang berangkat dari Dapil 1 Kota Surabaya ini menegaskan, tidak akan ada penggusuran tanpa solusi bagi pedagang. Dari data di lapangan, terdapat sekitar 13 stan PKL SWK yang terdampak.
“Kepala aset menyampaikan bahwasanya tetap mengakomodir untuk SWK ini diberikan tempat. Jadi tidak ada asal gusur, tapi bagaimana ada sebuah solusi yang para pedagang ini akan diberikan tempat oleh PT KAI,” tutur dia.
Adapun lokasi pengganti disebut berada di lahan aset PT KAI yang berada lebih ke utara area Stasiun Pasar Turi. “Untuk tempat penggantinya lebih ke utara lagi. Ya itu kan semua itu aset PT KAI semua,”tandas dia.
Didik Beldex menyebut siteplan lokasi baru sudah ada. “Siteplan sudah ada, cuma tindak lanjutnya belum,” kata dia.
Sebagai wakil rakyat dapil setempat, dia berkomitmen mengawal proses relokasi. “Saya akan tetap mendampingi di sana,” pungkasnga.(trs)
