Pemkot Surabaya Targetkan Akhir Bulan Juli Penataan Kalimas Rampung

Pemkot Surabaya Targetkan Akhir Bulan Juli Penataan Kalimas Rampung

Surabaya, newrespublika–Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penataan kawasan Kalimas rampung dikerjakan di akhir Juli 2026. Proyek penataan dan revitalisasi kawasan Kalimas terus menunjukkan tren positif.

Saat ini, total progres pengerjaan fisik secara keseluruhan diperkirakan telah menyentuh angka 75 persen.

Kabid Bangunan Gedung DPRKPP kota Surabaya, Harindrayana mengatakan, kami menargetkan seluruh proyek infrastruktur di sepanjang segmen Kalimas ini rampung serentak pada tanggal 25 Juli 2026.

Ia menerangkan, pengerjaan proyek berskala besar ini dibagi ke dalam empat segmen, mulai dari kawasan Monkasel (Monumen Kapal Selam) hingga kawasan Jembatan Siola.

“Target utama semua harus selesai tanggal 25 Juli. Namun, prioritas saat ini difokuskan pada segmen satu, yaitu mulai dari kawasan Monkasel hingga Jembatan WTC,” ujar Harindrayana di Surabaya, Kamis (02/07/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan proyek penataan Kalimas ini tidak lepas dari sinergi tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya yang berbagi peran sesuai tupoksinya.

DPRKPP Kota Surabaya, kata Harindrayana, bertanggung jawab penuh atas pembangunan seluruh fasilitas dermaga penunjang wisata air di sepanjang sungai.

Ia menambahkan, nantinya dermaga-dermaga ini disiapkan untuk mewadahi atraksi wisata air baru, salah satunya adalah wahana jet ski sungai yang akan dikelola oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya.

Berbeda dengan area laut seperti di Romokalisari, sambungnya, wahana jet ski di Kalimas ini akan disesuaikan dengan karakteristik sungai yang lebih kecil, guna memastikan keamanan pengunjung.

Harindrayana kembali menjelaskan, setelah seluruh pengerjaan selesai pada akhir Juli, kawasan wisata Kalimas diharapkan bisa langsung melakukan persiapan akhir sebelum resmi dioperasikan secara penuh untuk masyarakat umum.

Ia membeberkan, revitalisasi Kalimas sinergi tiga dinas diantaranya DSDABM Kota Surabaya menangani infrastruktur jalur pedestrian (pedestrian track) dan jogging track yang membentang dari kawasan Monkasel hingga Siola.

Untuk DLH Kota Surabaya berfokus pada estetika kawasan, mulai dari penataan taman-taman di pinggir sungai hingga pemasangan lampu hias.

Khusus untuk segmen satu di area Monkasel, ungkap Harindrayana, Pemkot Surabaya saat ini masih terus berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai di Wiyung dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal), terkait pemanfaatan lahan di sepanjang bantaran sungai untuk memaksimalkan penataan,” terangnya.

Proyek penataan ini mencakup perbaikan sejumlah dermaga lama (existing) maupun pembangunan titik dermaga baru.

“Anggaran total yang dikucurkan khusus untuk pengerjaan dermaga di seluruh titik ini mencapai sekitar Rp3 miliar.”pungkas Harindrayana.(trs)