Upaya Pemkot Surabaya Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Segmen Gen Z

Upaya Pemkot Surabaya Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Segmen Gen Z

Surabaya, newrespublika-Ditengah pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebesar 5,4 persen lebih tinggi dari nasional, Pemerintah Kota Surabaya tahun 2026 akan meningkatkan ekonomi kreatif di segmen Gen Z (anak muda).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, konsen Walikota Surabaya Gen Z cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan dialokasikannya anggaran untuk kegiatan Gen Z sebesar Rp5 juta per RW.

“Untuk Gen Z kami fokusnya adalah ke ekonomi kreatif. Jadi membentuk pelatihan-pelatihan wirausaha baru, kemudian bagaimana pendampingan UMKM nya,”ujar Irvan Wahyudrajad di Surabaya, Jumat (09/01/2026).

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif dengan melahirkan wirausaha-wirausaha baru agar Gen Z memiliki skil menciptakan kemandirian ekonomi dengan wirausaha.

Jadi, kata Irvan, Gen Z tidak melulu memikirkan bekerja disektor formal maupun menjadi ASN, melainkan memiliki kemampuan peluang ekonomi yang dapat mengkontribusi pertumbuhan ekonomi kota Surabaya.

“Kita arahnya adalah bagaimana mencetak banyak pelaku-pelaku ekonomi kreatif, dan ini difasilitasi dengan mengalokasikan anggaran Rp5 juta per RW,”terang Irvan.

Dirinya menargetkan tahun 2026 Kota Surabaya sebagai kota kreatif dari Kemenkraf (Kementerian Ekonomi Kreatif). Dan kita mungkin targetnya di tahun depan bisa mewujudkan Surabaya sebagai City of Gastronomy.

Kota Gastronomi, terang Irvan, merupakan jaringan kota kreatif UNESCO dimana Kota Gastronomi adalah sebuah kota yang memiliki keunggulan dalam gastronomi (sajian makanan dan minuman) yang berkembang pesat, menjadikannya sebagai ciri khas identitas, sejarah, dan budaya kota tersebut.

Irvan menerangkan, untuk anggaran pengembangan Gen Z di setiap RW sampai saat ini sudah banyak proposal yang masuk ke Kecamatan-Kecamatan. Itu yang nanti akan kita siapkan pemuda-pemuda di kampung-kampung .

“Gen Z disetiap kampung atau RW tentu dalam mengembangkan ekonomi kreatifnya tentu mempunyai passion atau keinginan masing-masing berbeda, tentu kita akan dampingi itu,”terang Irvan.

Pendampingannya seperti apa, sambung Irvan, terkait kewirausahaan ya kita dampingi promosinya, pemasaran produknya. Itu yang pemerintah kota Surabaya yang bisa kita lakukan.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, ekosistemnya untuk kewirausahaan di Surabaya sudah ada seperti e-Peken yaitu, aplikasi belanja online milik Pemkot Surabaya.

Jadi, para Gen Z yang sudah memiliki produk usaha salah satunya kita bantu pemasarannya melalui aplikasi e-Peken dimana ada 4.500 UMKM yang tersedia di e-Peken.

“Semua sudah jalan, tinggal bagaimana pemberdayaan SDM nya. Bagaimana mereka para Gen Z bisa bersaing konsisten kemudian kreatif tidak berhenti bikin kue misalnya, itu seperti itu aja gitu kan, itu butuh kreativitas,”pungkas Irvan. (trs)