Surabaya, newrespublika-Dalam rapat paripurna DPRD Surabaya tentang penetapan Perusahaan Daerah (PD) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi Perusahaan Umun Daerah (Perumda), Senin (23/02/2026) di gedung DPRD Surabaya, Ketua Pansus Raperda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, S.T mengingatkan manajemen untuk memprioritaskan kesejahteraan satwa.
“Disamping mengejar profit atau keuntungan, Perumda KBS kami harapan tetap mengedapankan kesejahteraan satwan disamping target pendapatan perusahaan,”ujar Yuga Pratisabda kepada wartawan di gedung DPRD Surabaya.
Ia berharap dengan perubahnya status KBS menjadi perusahaan umum daerah ini, semoga diversifikasi usaha yang bakal dikembangkan akan terwujud dan menjadi lebih tinggi lagi profit nya.
Terus yang kedua, kata Yuga, harapannya yang jelas KBS ini kan selain dia perusahaan umum daerah, tapi juga merangkap sebagai lembaga konservasi.
“Nah lembaga konservasi ini menurut peraturan undang-undang yang berlaku ya berfokus pada konservasi satwa ataupun tumbuhan. Dan ini akhirnya mengimplementasikan KBS harus menempatkan kesejahteraan hewan itu di nomor satu atau prioritas,”tegas politisi PSI Kota Surabaya ini.
Yuga Pratisabda yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya ini membeberkan, tantangan dari Perumda KBS adalah selain menjadi lembaga konservasi tapi juga profitable.
Jadi tantangan ke depan adalah, sambung Yuga, saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat Rakerna PSI di Makassar tempo hari bahwa, beliau mengapresiasi bahwa penangkaran komodo di Kebun Binatang Surabaya paling bagus di Indonesia.
Dan Kementerian Kehutanan lagi menyiapkan program untuk pelepas liaran atau lepas tangkar itu akan dilakukan. Dan kemungkinan ada pembicaraan antara BKSDA dan teman-teman direksi KBS.
“Jadi ini salah satu prestasi-prestasi KBS termasuk peningkatan pendapatan di 2025 ini kurang lebih 700% dari tahun 2024,”bebernya.
Lebih jauh Yuga mengatakan, dengan menjadi Perumda, kami di Komisi B DPRD Surabaya menilai kinerja KBS bisa lebih luas cakupannya, ekpansi usahanya, bahkan KBS bisa ikut mengelola kebun binatang yang ada di Indonesia.
“Ya seperti Taman Safari Indonesia, kini KBS bida ekpansi usaha,”terangnya.
Ditanya efek untuk PAD Kota Surabaya pasca KBS menjadi Perumda, Yuga mengatakan, otomatis PAD kita terkerek naik. Jadi kalau misalnya kemarin di 2024 sama 2025 peningkatannya signifikan hampir 700 persen pendapatannya, otomatis memberikan PAD kota Surabaya.
“Tapi tetap kita harus hati-hati, mawas diri juga termasuk perlakuan kita kepada satwa. Jadi inilah challenge-nya teman-teman direksi KBS yang baru dan pengurus yang baru untuk bisa memblending kan antara konservasi sama wisata edukasi itu suatu yang tidak boleh dibedakan,”pungkasnya.(trs)
