Puluhan Biduan Dangdut di Surabaya Adukan Dugaan Kasus Arisan Bodong ke Wawali Armuji

Puluhan Biduan Dangdut di Surabaya Adukan Dugaan Kasus Arisan Bodong ke Wawali Armuji

Surabaya, newrespublika – Kasus dugaan arisan bodong kembali memakan banyak korban di Surabaya. Kali ini, ada 84 penyanyi dangdut mengaku kehilangan uang dengan total kerugian sekitar Rp 2,2 miliar akibat tergiur iming-iming keuntungan cepat dari jual beli arisan fiktif.

Kasus tersebut menyeret nama Novita Sari atau yang memiliki nama panggung Novita Amanda yang memakan puluhan korban dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto.

Aduan itu disampaikan langsung para korban kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Rumah Aspirasi.

Dalam pertemuan itu, pria yang akrab disapa Cak Ji itu berkali-kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda skema investasi dengan keuntungan tidak masuk akal.

“Orang mau menipu, awalan pasti lancar. Awal-awale mesti (awal-awalnya pasti) dibayar supaya dapat kepercayaan. Tapi begitu korbannya banyak, bablas wis,” kata Cak Ji di hadapan korban, Selasa (12/5/2026).

Cak Ji menilai pola tersebut merupakan skema penipuan klasik yang memanfaatkan uang anggota baru untuk membayar anggota lama.

Menurutnya, masyarakat harus mulai sadar bahwa keuntungan besar dalam waktu singkat sangat tidak masuk akal.

“Yang dipakai bayar itu ya uangmu sendiri. Itu model-model penipuan seperti ini jangan sampai terus makan korban,” tegasnya.

Mendengar hal itu, Cak Ji langsung meminta perwakilan korban untuk mengumpulkan para korban lainnya untuk mendatangi lokasi kediaman keluarga pelaku di Sememi bersama timnya.

“Wis, parani sing Sememi. (Sudah, kita sidak saja yang di Sememi). Tapi pelakunya gak perlu diberitahu, biar nanti langsung digeruduk, biar orangnya gak kabur lagi,” ujarnya.

Ia juga kembali mengingatkan warga agar menjadikan kasus serupa sebagai pelajaran.

Sebab, menurutnya, kasus investasi bodong terus berulang dengan pola yang hampir sama.

“Kenapa tidak dijadikan pelajaran? Saya sudah sering mengingatkan warga Surabaya supaya tidak gampang tergiur keuntungan besar yang tidak masuk akal,” tandasnya.

Menurut pengakuan salah satu korban, Dea Bonita mengaku total kerugian uang yang dialaminya mencapai Rp 40 juta, dengan menanamkan uang arisan secara bertahap.

Ia menjelaskan, sistem yang digunakan pelaku dengan membuka slot arisan baru setiap hari laga melalui grup percakapan.

“Awalnya kelihatan seperti jual beli arisan biasa. Katanya ada orang butuh uang lalu menjual slot arisan. Ternyata semuanya fiktif. Tidak ada arisan sama sekali,” tutup Dea. (trs)