DPRD Surabaya Sebut Pembangunan Pasar Keputran Selatan Jangan Asal Bangun, Harus Match dengan Kondisi Sekitarnya

DPRD Surabaya Sebut Pembangunan Pasar Keputran Selatan Jangan Asal Bangun, Harus Match dengan Kondisi Sekitarnya

Surabaya, newrespublika-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (12/5/2026).

Revitalisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan pasar tradisional agar lebih bersih, sehat, dan nyaman baik bagi pengunjung maupun pedagang.

Terkait pembangunan Pasar Keputran Selatan, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan, karena Pasar Keputran yang selatan itu di tengah kota, di sentralnya kota Surabaya juga di antara bangunan-bangunan yang cukup bagus.

Apalagi, sambung Baktiono, area di situ juga banyak bangunan-bangunan peninggalan zaman kolonial yang masih kokoh dan bagus.

“Artinya di sana jangan asal dibangun. Tetapi desainnya ini harus benar-benar bagus dan modern ini penting,” ujar Baktiono di Surabaya, Rabu (13/05/2026).

Karena apa? Jelas Baktiono, kalau di sekitar tengah-tengah kota seperti daerah Darmo, Keputran, dan sekitarnya daerah disitu ada jalan Dinoyo, jalan Sulawesi itu kan banyak bangunan tinggalan zaman Belanda, otomatis itu banyak juga terkadang turis ke sana, kan orang asing juga ke sana.

Dan juga lalu lintas juga banyak yang dilalui jembatan-jembatan zaman lama.

“Jadi bangunan Pasar Keputran Selatan itu harus menyesuaikan kondisi zaman, bukan bangunan asal dibangun dan asal pedagang bisa masuk ini harus dibedakan,” jelas politisi kawakan PDIP Kota Surabaya ini.

Baktiono menambahkan, berbeda dengan pasar yang baru di daerah misalnya di dalam kampung ada pasalnya LPMK, dulu ada pasar-pasar yang didirikan oleh rakyat biasa.

Maka, beber Baktiono, Pasar Keputran Selatan ini harus bangunannya yang benar-benar standarnya itu standar Eropa, standar internasional.

“Kalau asal dibangun seperti desainnya pernah disampaikan di Komisi B itu ya tidak sesuai, jadi tidak match dengan area di daerah sekitarnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Baktiono mengatakan, kalau desain bangunan Pasar Keputran Selaran itu desainnya biasa, lebih baik di redesign yang luar biasa. Soal anggaran nanti kita setujui, kita tambahin.

“Jadi benar-benar Pasar Keputaran Selatan itu yang benar-benar seperti standarnya standar Eropa, standar Belanda,” bebernya.

Baktiono kembali menambahkan, Pasar Keputran Selatan tidak harus khusus unggas tapi komoditas lain juga bisa dijual disitu, asal dikelola secara modern dan asal pasar tadi itu dikelola secara baik, tidak masalah.

Itu yang penting, tambah Baktiono, walaupun itu unggas, disarankan nanti ada juga tempat untuk pemotongan unggas.

Unggasnya seperti apa, terang Baktiono, cara mengangkutnya juga. Karena nanti itu pemerintah kota harus benar-benar mengawasi. Karena sementara ini untuk pemotongan unggas itu terjadi dengan sendirinya di pasar-pasar itu.

“Selama ini baru pemerintah kota saat ini sudah menyediakan rumah potong unggas di beberapa tempat. Dan ini juga baru selesai. Dan juga akan diteruskan ke tempat-tempat pasar-pasar tertentu,” pungkas Baktiono. (trs)