Pemkot Surabaya Fasilitasi 2.700 Stan Kosong bagi Pedagang Pasar Tumpah

Pemkot Surabaya Fasilitasi 2.700 Stan Kosong bagi Pedagang Pasar Tumpah

Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda untuk menampung pedagang pasar tumpah maupun pedagang kaki lima (PKL) yang ditata.

Fasilitas tersebut diberikan tanpa biaya sewa sebagai bagian dari kebijakan penataan yang mengedepankan solusi agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, penataan PKL maupun pedagang pasar tumpah selalu diawali dengan sosialisasi sebelum dilakukan penertiban.

“Penertiban PKL ataupun pasar tumpah, pasti sebelumnya jauh-jauh hari pemangku wilayah, Pak Camat terutama, pasti akan melakukan sosialisasi. Jadi tidak mungkin serta-merta kemudian Satpol PP turun langsung penertiban itu enggak,” ujar Vykka, Minggu (12/7/2026).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda Surabaya, Agus Priyo mengatakan, sebanyak 2.700 stan kosong tersebut tersebar di seluruh pasar yang dikelola Pasar Surya.

“Itu untuk seluruh pasar di Surabaya. Artinya kami mempunyai stan kosong sejumlah 2.700, itu memang betul-betul kosong, yang bisa dari teman-teman PKL untuk bisa bergabung dengan kami, bisa ditempati,” ujar Agus.

Meski demikian, ia mengakui proses relokasi tidak selalu mudah karena sebagian pedagang memilih tetap berjualan di lokasi yang telah memiliki pelanggan.

“Hanya saja pertama mungkin dari local wisdom. Jadi (misal) yang biasa di dekat pasar daerah utara, kan inginnya di daerah utara, sedangkan di daerah utara ketersediaannya hanya sekian,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Agus, sosialisasi kepada para pedagang terus dilakukan agar proses penataan dapat berjalan dengan baik.

“Nah itu butuh sosialisasi lagi yang lebih solutif ya, buat teman-teman pasar tumpah dan PKL, supaya mereka bisa memahami bahwasanya aturan ini harus ditegakkan,” jelasnya.

Agus kembali menegaskan bahwa proses mendapatkan stan tidak dipungut biaya. Pedagang hanya dikenai iuran operasional setelah menempati stan.

“Yang ingin kami sampaikan adalah bahwasanya gratis. Gratis artinya pada saat pasar tumpah, calon pedagangnya Pasar Surya itu kan gratis. Tapi pada saat masuk ke (stan) PD Pasar ada biaya kebersihan, hanya kebersihan,” katanya.

Ia juga memastikan biaya operasional tersebut relatif terjangkau. “Satu bulan satu stan, hanya Rp50.000, plus Rp3.000 untuk administrasi tata usaha. Jadi hanya Rp53.000 per bulan,” pungkasnya. (trs)