Anggota DPRD Surabaya Sukadar Serap Aspirasi Warga RW 5 Pakis Terkait Saluran Air

Anggota DPRD Surabaya Sukadar Serap Aspirasi Warga RW 5 Pakis Terkait Saluran Air

Surabaya, newrespublika-Saat menggelar jaring aspirasi masyarakat di masa reses sidang ke 3 tahun 2026, Jumat (02/10/2026) Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Sukadar menyerap aspirasi warga RW 5 Kelurahan Pakis.

Reses yang berlangsung di Balai RW 5 Kelurahan Pakis dihadiri ratusan warga masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya melalui wakil rakyatnya di DPRD Surabaya.

Anggota DPRD Surabaya, Sukadar mengatakan, ada beberapa isu krusial yang disampaikan warga RW 5 Kelurahan Pakis ini diantaranya, soal saluran air kampung, KSH, dan persoalan sengketa lahan dengan PT Pertamina.

“Ada salah satu RT di wilayah RW 5 Pakis ini ternyata tidak ada saluran yang connecting dengan saluran sekunder. Selama ini saluran hanya tersier saja, sehingga rawan banjir. Kondisi saat ini tidak hujan saja masih tergenang air,” ujar Sukadar.

Ia menjelaskan, selama ini di wilayah RW 5 Pakis posisi saluran air lebih tinggi dari kampung, sehingga air tidak bisa mengalir ke sekundernya.

Dampaknya apa, kata Sukadar, saat musim hujan wilayah RW 5 kerap timbul genangan air. Hal ini seperti yang terjadi di RW 13 Kelurahan Putat Jaya. Memang saluran air itu lebih tinggi daripada kampung.

Dirinya menerangkan, ketika saluran air tidak bisa masuk tapi ternyata ketika u-dith nya diperbesar dan diturunkan posisi salurannya supaya air hujan yang di kampung bisa masuk ke saluran. Itu terjadi di RW13 Kelurahan Putat Jaya.

“Ini salah satu aspirasi warga RW 5 Pakis, terkait saluran air di wilayahnya,” ungkapnya.

Aspirasi lainnya, jelas Sukadar, banyak keluhan dari KSH (Kader Surabaya Hebat) dimana kerjanya melebihi Ketua RT maka mereka usul adanya tambahan honor dari Pemkot Surabaya.

Jadi, bebernya, aspirasi warga RW 5 Kelurahan Pakis ini tetap kami kawal seperti halnya warga lainnya saat kami menggelar reses turun ke bawah bertatap muka langsung dengan masyarakat.

“Seperti keluhan warga RW 5 ini paling tidak kami sekarang baru tahu kan, dengan kehadirannya di sini bahwa ada saluran belum terkonekting antara hulu sampai hilir,” pungkasnya.(trs)