Surabaya, newrespublika-PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tambaksari berencana akan menggelar turnamen sepak bola atau mini soccer, pasca gelaran Soekarno Cup 2026.
Seperti diketahui, Senin kemarin (10/08/2026) PDI Perjuangan menggelar Soekarno Cup 2026 di Stadion Tambaksari, guna mencari bibit talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain sepak bola nasional.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tambaksari, Baktiono mengatakan, untuk kelanjutannya di Tambaksari kami sudah merancang seluruh pengurus PDI Perjuangan di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya nanti akan menindaklanjuti Sukarno Cup ini.
“Kami sudah merancang, dan kami di KecamatanTambaksari punya tempat untuk bisa digunakan permainan sepak bola dan olahraga lainnya yang barusan dibangun oleh Pemkot dan diresmikan, yaitu lapangan Putro Agung Kelurahan Rangkah. Tapi walaupun lapangannya tidak full, paling tidak mini soccer lah,” ujar Baktiono di Surabaya, Selasa (12/08/2026).
Ia menjelaskan, turnament sepak bola yang kami adakan nantinya untuk tingkat Kecamatan Tambaksari lebih dahulu. Jadi nanti paling tidak antar Karang Taruna kita swadaya dan gotong royong.
“Dan hadiahnya ya pokoknya cukup lah masyarakat bisa senang, paling tidak dari Kecamatan Tambaksari bisa menilai pemain yang bagus, bibit-bibit yang bagus, tim yang bagus, nanti bisa diambil,” jelas Baktiono yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya ini.
Baktiono menerangkan, di PDI Perjuangan, Soekarno Cup seperti di Liga Indonesia. Inilah cara kita untuk menghargai, menindaklanjuti apa yang diinginkan dan diprogramkan oleh PDI Perjuangan yang di pusat yaitu, mencari bibit-bibit unggul pemain sepak bola namun dengan cara partai.
Dirinya membeberkan, sekarang sudah tidak ada lagi liga sepak bola seolah-olah ya karena ada permainan-permainan tertentu, scoring bisa diatur, jangankan scoring di sepak bola diatur, undang-undang untuk pilihan presiden dan wakil presiden saja bisa dirubah, nah ini kan jangan sampai terjadi.
Maka dari itu, kata Baktiono, PDI Perjuangan ingin mengelola persepak bolaan Indonesia ini dengan mulai dari Liga 2, harapannya dari PDI Perjuangan, harapan Bu Mega pun ini juga sama dengan kita.
Karena apa, ungkap Baktiono, untuk sepak bola dan pengemar yang cukup banyak ini harus dijunjung tinggi sportifitasnya.
Makanya, bebernya, harus diatur oleh partai politik ini yang peduli ya PDI Perjuangan itu sehingga Ketua umum bisa mengontrol, pengurus Dewan Pimpinan Pusat sampai tingkat bawah bisa mengontrol. Karena apa? Ini membawa nama partai. Kalau tadi persepak bolanya, terus nama partai, terus mengatur skor-skor, itu taruhannya partai.
Untuk itu, lanjut Baktiono, kita melakukan pembinaan mereka yang memang benar-benar berpotensi sangat baik, ya kita bina sebaik mungkin di partai ini. Jadi bukan bermain politik saja, tapi juga bermain olahraga. Ini yang namanya mensana incorporisano, ya sehat jiwanya, sehat raganya.
“Nah, ini yang akan kita gagas di wilayah Kecamatan Tambaksari setelah Soekarno Cup usai kita membuat turnamen sepak bola mencari bibit-bibit unggul pemain sepak bola,” pungkasnya.(trs)
