BEI: Investasi di Tengah Fluktuasi Kunci Menjaga Disiplin dan Ketahanan Investor

BEI: Investasi di Tengah Fluktuasi Kunci Menjaga Disiplin dan Ketahanan Investor

Jakarta, newrespublika-Naik-turunnya harga saham merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari investasi di pasar modal. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Terkadang, pergerakan harga tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi investor, terutama ketika harga saham bergerak turun dalam waktu singkat.

Dalam kondisi seperti ini, investor harus bersikap tenang dan tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan, karena pada dasarnya investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Sehingga, keputusan investasi yang baik haruslah diambil dengan penuh perhitungan dan tidak hanya mengikuti pergerakan harga sesaat.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Umi Kulsum mengatakan, ketangguhan investor tidak ditentukan oleh kemampuan memprediksi arah pasar.

Ia menegaskan, investor yang tangguh adalah investor yang tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi.

“Dengan semakin luasnya akses masyarakat ke pasar modal, diharapkan masyarakat juga semakin mampu untuk mengambil keputusan investasi secara legal, logis, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing,” ujar Umi Kulsum, Senin (02/11/2026).

Ia menjelaskan, salah satu cara membangun ketahanan tersebut adalah dengan memahami tujuan dan jangka waktu investasi.

Dengan tujuan yang jelas, kata Umi, investor dapat menentukan pilihan investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat risiko yang mampu ditanggung.

“Hal ini juga dapat membantu investor agar tidak mudah mengubah keputusan hanya karena melihat pergerakan harga saham sesaat,” terang Umi.

Dirinya menambahkan, diversifikasi juga dapat membantu investor mengelola risiko. Sederhananya, diversifikasi berarti tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis investasi.

Dengan menyebarkan investasi pada beberapa aset atau instrumen, risiko tidak sepenuhnya bergantung pada kinerja satu investasi.

Selain strategi, ungkap Umi, investor juga perlu mengenali pengaruh emosi dalam mengambil keputusan. Rasa panik ketika harga turun atau terlalu percaya diri ketika harga naik dapat membuat investor mengambil keputusan secara terburu-buru.

“Karena itu, penting untuk membedakan antara perubahan pasar dalam jangka pendek dengan tujuan investasi yang ingin dicapai dalam jangka panjang,” beber Umi.

Lebih jauh Umi mengatakan, di samping menjaga ketenangan dalam mengambil keputusan, kesiapan kondisi keuangan juga menjadi hal yang penting. Investor perlu memastikan memiliki dana darurat dan mengelola utang secara bijak sebelum berinvestasi.

Hal ini dapat membantu menjaga stabilitas keuangan ketika menghadapi kebutuhan tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan.

“Dengan begitu, investor tidak perlu terburu-buru mencairkan investasinya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama ketika kondisi pasar sedang kurang menguntungkan,” pungkas Umi.(trs)