Surabaya, newrespublika-Semangat generasi muda untuk membangun perekonomian kampung mendapat apresiasi dalam kegiatan reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, di RW 02 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Jumat (02/10/2026).
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna RW 02 Kutisari memilih memanfaatkan program pemberdayaan pemuda untuk membangun usaha produktif yang diharapkan mampu memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Ketua Karang Taruna RW 02 Kutisari, Gilang Dwi Nugroho, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses administrasi dan kini menunggu tahapan verifikasi program. Sambil menunggu proses tersebut, para pemuda mematangkan rencana usaha yang akan dikembangkan bersama.
Menurut Gilang, program ini membuka peluang bagi anak-anak muda untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga belajar mengembangkan aktivitas ekonomi yang produktif.
“Program ini sangat membantu teman-teman pemuda. Selain untuk kegiatan kampung, juga bisa menjadi peluang mengembangkan usaha yang produktif,” ujar Gilang.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi awal lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola generasi muda sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Menanggapi hal itu, Anas Karno mengaku bangga melihat semangat Gen Z di Kutisari yang memilih fokus membangun usaha dan meningkatkan perekonomian kampung dibanding sekadar menjalankan kegiatan seremonial.
Menurut Anas, apa yang dilakukan para pemuda tersebut merupakan contoh positif yang layak ditiru oleh generasi muda di wilayah lain di Surabaya. Ia menilai Gen Z memiliki kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi yang dapat menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat kampung.
“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman Gen Z di Kutisari yang tidak hanya berpikir tentang kegiatan organisasi, tetapi juga bagaimana menciptakan usaha yang bisa meningkatkan perekonomian kampung. Ini contoh yang sangat baik dan patut diteladani oleh Gen Z di wilayah lain,” kata Anas.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Sebaliknya, mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu menghadirkan perubahan dan membuka peluang ekonomi baru di lingkungan tempat tinggalnya.
“Ketika anak-anak muda mulai bergerak membangun usaha dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, dampaknya bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk kemajuan kampung. Gen Z bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kampung di Surabaya,” tegasnya.
Anas berharap semakin banyak pemuda Surabaya yang memanfaatkan program pemberdayaan secara kreatif dan produktif sehingga mampu melahirkan usaha-usaha baru, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Langkah yang dilakukan Karang Taruna RW 02 Kutisari ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa anggaran kegiatan Gen Z di tingkat RW tidak ditujukan untuk kegiatan yang bersifat seremonial atau kepanitiaan semata, melainkan harus mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi para pemuda.
“Jadi, kita memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan. Tapi yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan,” ujar Eri.
Menurut Eri, sejumlah program produktif yang digagas anak muda telah berjalan di berbagai kelurahan dan kecamatan di Surabaya. Karena itu, Pemkot bersama DPRD terus mendorong agar pemanfaatan program tersebut berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.(trs)
