Surabaya, newrespublika-Komisi B DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyiapkan stok pangan jelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Anggota Komisi B, Baktiono mengatakan, kesiapan stok pangan diantaranya bahan kebutuhan pokok yaitu, beras, telur, minyak, gula, daging-dagingan, ada daging ayam, ada daging sapi, dan lainnya. Itu harus diantisipasi karena ini siklus tahunan.
“Antisipasi apa, antisipasi itu ada dari masyarakat, ada dari pengusaha, dan dari pemerintah. Pemerintah ini sebagai informasi atau informan harga bahan pokok,” ujar Baktiono di Surabaya, Kamis (05/11/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa Natal dan Tahun Baru, bulan Romadhon puasa saat Idul Fitri, Idul Adha ada peristiwa HUT RI 17 Agustus dia itu adalah rangkaian-rangkaian dimana untuk perputaran ekonomi itu membaik, karena disana ada perayaan-perayaan yang juga banyak orang pembeli dan juga hari libur nah ini harus bisa diantisipasi oleh Pemkot Surabaya.
Kalau saat ini waktu dekat ini kurang satu bulan, sambung Baktiono, ada Natal dan Tahun Baru. Bentuknya di setiap hotel, restoran, depot, tempat pariwisata itu juga berlomba-lomba untuk menyiapkan daya tarik untuk konsumen.
“Baik di tempat-tempat wisata kalau di kota Surabaya sudah ada tempat-tempat wisata THP Kenjeran, KBS, Kebun Mangrove dan juga Taman Suroboyo dan lain-lainnya dan tempat-tempat hiburan juga depot restoran itu pasti mengandalkan event-event yang terbaik untuk menarik pengunjung,” terangnya.
Baktiono menambahkan, tentu dalam event-event tersebut Ada dimandi (permintaan) itu pasti tinggi sehingga kalau ada lonjakan itu wajar.
Tapi kalau lonjakannya tidak terlalu tinggi dan demand nya tinggi Supply-nya kurang ini bahan pokoknya pasti naik.
“Yang terdampak Masyarakat kecil, masyarakat biasa, mereka yang bukan pengusaha oleh karena ini Pemerintah yaitu dari dinas ketahanan pangan dan juga pertanian, ada dinas kooperasi itu juga bagian perekonomian Kota Surabaya sudah antisipasi dan juga sudah mempersiapkan baik para pedagang maupun masyarakat,” tuturnya.
Baktiono juga menyarankan agar masyarakat jangan membelanjakan bahan pokok berlebihan, stok sehari-hari cukup. Kalau harganya pas murah, misalnya telur, beras, itu tambah stok sedikit ke warga masyarakat, sehingga nanti kalau terjadi lonjakan sudah punya stok itu.
“Dan nanti kalau selesai tahun baru dan Natal ini sudah bisa langsung normal kembali lagi sehingga warga masyarakat tadi tidak mengeluarkan uang terlalu berlebihan, terlalu banyak,” pungkasnya.(trs)
