Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap armada truk pengangkut sampah yang melayani pengangkutan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta membuat jalan menjadi licin.
Terkait hal ini, Anggota Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron mengatakan, soal truk sampah yang mengeluarkan cairan di jalan tinggal bagaimana pengawasannya.
“Petugas dari DLH kan sudah ada itu kan sudah bagian yang bergerak di bidang pengawasan siapa yang ada di lapangan,” ujar Buchori Imron di Surabaya, Jumat (12/06/2026).
Sebenarnya begini, jelas Buchori Imron, waktu mengangkut sampah ke truknya sudah pasti orang yang ahlinya sehingga pasti sudah melihat tanda-tanda bahwa truk itu bermasalah.
“Nah, kalau bermasalah masih dipakai juga otomatis dicegah sebelum berangkat menuju TPA,” terangnya.
- Artinya, beber Buchori Imron, sebelum jalan truk itu sudah sudah dicegah jangan sampai berangkat daripada bermasalah di jalan, seperti bocor dan mengeluarkan air yang sangat bau.
“Saya yakin petugas di lapangan atau orang yang ahli di bidang itu pasti sudah melihat tanda-tanda truk sampah yang bermasalah,” bebernya.
Lebih jauh Buchori Imron mengatakan, sebenarnya anggaran maintenance truk sampah sudah ada jadi bisa digunakan merawat truk sampah.
Ia menerangkan, setiap saat kita rapat dengan dinas terkait Utamanya di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Surabaya itu memang terasa di Komisi C selalu kita anggarkan, dan selalu kita evaluasi apakah masih dalam keadaan layak.
“Yang tidak layak pasti sudah truknya banyak yang dilelang, dan yang sudah tak layak jalan ya tak usah dijalankan kan gitu,” ungkap politisi PPP Kota Surabaya ini.
Sementara itu Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno mengakui, setidaknya ada sekitar 10 armada milik DLH dan pihak swasta yang dilakukan pengecekan dalam sidak pada Kamis (4/6) malam.
Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.
“Kita cek ternyata ada (armada) yang banyak isinya (lindi). Jadi kita keluarkan sekalian, kita tap di situ lalu kita semprot. Memang banyak lindi-nya, tapi yang penting penampungannya enggak bocor,” kata Wasis. (trs)
