Surabaya, newrespublika-Kontraktor di Surabaya pusing dengan adanya kebijakan Kontrak Payung. Banyak para kontraktor mengeluhkan hal ini ke DPRD Surabaya.
Anggota Komisi C Buchori Imron mengatakan, sebenarnya ini permasalahan dari atas (pusat) yang harus ditanggung di bawah (daerah). Ada apa, KPK itu langsung menentukan tentang kontrak payung segala.
“Padahal kontrak payung itu yang menyulitkan kontraktor. Dan kalau umpamanya nanti mempersulit proyek untuk dikerjakan, jangan-jangan nanti kontraktor itu tidak bisa beli alat-alat,” ujar Buchori Imron, Senin (21/09/2026).
Ia menerangkan, kontrak payung itu aturan dari atas, awalnya dari Presiden lalu disampaikam ke KPK akhirnya KPK merealisasikan seperti kontrak payung. Menurut mereka memang iya. Kenapa? Karena supaya bahan material yang dipakai tidak sembarangan.
Buchori Imron mengakui, sekarang ini memang dengan kontrak payung itu cukup bisa mengefisienkan anggaran pemerintah kota Surabaya dalam mengerjakan proyek fisik pembangunan.
Contohnya, kata Buchori Imron, pengerjaan dalam satu bidang box culvert yang kecil dengan sistem kontrak payung maka efisiensi anggaran bisa Rp1,25 miliar.
“Jadi bisa dihemat, tapi walaupun Pemkot bisa menghemat kontraktor yang bonyok dan mengakibatkan proyek fisik sulit dikerjakan. Anggaran bisa hemat, tapi kontraktor yang pusing,” ungkapnya.
Lebih jauh Buchori Imron mengatakan, kontrak payung maksudnya baik. Tapi dengan maksud baik belum tentu pelaksanaan di lapangan bisa terealisasi dengan baik.
Buktinya Surabaya, sambungnya, Surabaya sekarang ini kan akhirnya terkesan tidak ada pembangunan skala besar, dan ini sekarang sudah bulan September jelang akhir tahun.
Apakah kita mau nyalahkan pemerintah? Tidak, tapi kontraktor mau mengerjakan kesulitan dana jadi nggak jalan-jalan. Pekerjaan stag, dikerjakan tidak sesuai target waktu, pengerjaan kualitas buruk, kontraktor di somasi Pemkot, bagaimana ini.
“Oleh karena itu kesulitan-kesulitan yang mendera kontraktor ini tolong media massa menyuarakan, agar bisa didengar oleh pemerintah,” pungkasnya.(trs)
