Surabaya, newrespublika-Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Michael mengusulkan kepada Pemkot Surabaya agar kesejahteraan (Gaji) Juru Parkir (Jukir) ditingkatkan disela penerpan parkir digital (bayar non tunai).
Ia menerangkan, dengan adanya parkir digital di Tanjong Anom itu kan pendapatan Pemkot naik jadi Rp80 juta per bulan. Tentu ini hal yang mengembirakan. Jukirnya digaji berapa? dapatnya Rp2,3 juta per bulan.
Nah kalau ditanya bagaimana kesejahteraan Jukir, kan saya sudah bilang tadi saya akan sampaikan ide bahwa parkir tepi jalan umum hapuskan semua.
“Kesejahteraan Jukir dijamin. Karena apa, digaji setiap bulan oleh Pemkot Surabaya. Berapa, ya bisa 3-4 juta kalau kita ngomong gaji 3 juta saja yang di Tanjung Anom, berapa kalau kita hitung satu Surabaya, tidak sampai Rp90 miliar per tahun,” ujar Josiah Michael, Senin (21/09/2026).
Nah, sambung Josiah, potensi pendapatannya dari mana. Kemarin saran saya warga bayar parkir digital Rp100 ribu untuk motor, Rp250 ribu untuk mobil per tahun via STNK.
Kalau dirasa cukup berat, jelas Josiah, terutama untuk warga yang jarang parkirbya tinggal dikurangin. Misalkan separuhnya Rp50 ribu untuk motor, Rp125 ribu untuk mobil. Pemkot Surabaya masih bisa surplus setelah dipotong gaji jukir.
“Surplus Rp11 miliar, dan kesejahteraan jukir terjamin disisi lain pendapatan pemerintah kota naik, tidak ada kebocoran parkir. Saya rasa ini solusi yang paling bagus,” tegas politisi PSI Kota Surabaya ini.
Josiah menambahkan, inilah yang menurut saya harus segera dilaksanakan oleh pemerintah kota Surabaya. Yang pasti harus ada sanksi tegas bahwa di lapangan benar-benar tidak ada jukir yang menarik retribusi secara tunai.
Josiau meyakini kalau Pemkot pasti akan bergerak. Mereka akan terus memikirkan jalan keluar terbaik untuk mengatasi permasalahan parkir di Surabaya. Saya kira ini adalah solusi yang paling tepat untuk saat ini.
Jadi, kembali Josiah menerangkan, per tahunnya berdasarkan STNK, nanti tidak ada kartu, tidak ada stiker. Karena kalau ada kartu stiker, nanti ada pungutan dan ada pungutan lagi.
Terus ada pertanyaan, beber Josiah, untuk plat kendaraan luar kota ya warga harus beli stiker di kota Surabaya, jadi wajib kamu beli stiker.
“Kan banyak nih warga kota Surabaya yang punya mobil dan motor plat di luar Surabaya ya harus beli stiker berlangganan parkir, bisa gunakan RT/ RW di lingkungannya,” pungkasnya.(trs)
