Surabaya, newrespublika-Mitra jagal menggelar hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Senin (06/07/2026) yang dihadiri DPRKPP Kota Surabaya, Kabag Perekonomian, manajemen PT RPH (Rumah Potong Hewan).
Mitra jagal mengeluhkan adanya elevasi lantai tempat pemotongan sehingga pasca pemotongan sapi, genangan air bercampur darah sapi sulit dikeluarkan.
Menanggapi hal ini, Dirut PT RPH Surabaya Fajar A. Isnugroho mengatakan, dari sekian masalah itu sebenarnya hanya fokus pada masalah elevasi lantai yang harus diselesaikan solusinya.
“Makanya kemudian tadi pihak Komisi B sudah memberikan arahan dan instruksi untuk menyelesaikan persoalan elevasi lantai, yang harus dibuatkan kemiringan sehingga darah dan kandang itu bisa masuk ke parit,” ujar Fajar A. Isnugroho.
Ia menjelaskan, DPRKPP Kota Surabaya diberikan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan dari DPRKPP ya Kita tunggu dan kita kawal.
“Semoga bisa selesai tepat waktu. Dan bagi kami tidak sampai mengganggu aktivitas pemotongan di RPG,” ungkapnya.
Fajar menegaskan, karena bagi kami kalau tidak potong sapi ini kan persoalnya pada kebutuhan daging di masyarakat, sementara sekarang ini kan pasokan daging juga terbatas,
Sehingga harapan kami sih tetap berjalan, terang Fajar, pemotongan tetap tidak mengganggu pekerjaan. Sesuai rencana kita kawal, dan tidak sampai mengganggu operasional pemotongan di RPH Tambak Osowilangun.
Jadi intinya, beber Fajar, kami tidak ada alasan untuk tidak produksi atau motong sapi, karena kami sudah menyelesaikan semua permintaan jadwal yang dari sekian permintaan itu masalah air, masalah gantungan atau katrol, dan ssmua sudah ada solusinya yang penting tinggal masalah elevasi.
Fajar kembali menambahkan, persoalan yang diungkapkan mitra jagal sekarang ini adalah elevasi saja. Elevasi cukup mendasar, ketika elevasi itu selesai maka genangan air itu masuk ke parit.
“Jadi, apa yang diminta oleh jagal soal elevasi saja. Kalau soal fasilitas semua sudah kita penuhi mulai dari lampu, air, Ipal, jadi tidak alasan untuk tidak potong sapi. Hanya saja saat ini pasokan sapi memang lagi berkurang,” pungkasnya. (trs)
