Surabaya, newrespublika-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad menegaskan, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) warga cukup datang ke Kelurahan atau Kecamatan, jadi tidak harus ke Mall Pelayanan Publik di gedung Siola.
“Yang di gedung Siola hanya yang butuh saja, karena Walikota Eri Cahyadi tidak ingin warganya harus mengeluarkan biaya transportasi jika harus ke gedung Siola hanya mengurus Adminduk,” ujar Irvan Wahyudradjad di Surabaya, Selasa (01/09/2026).
Bahkan, sambung Irvan Wahyudrajad, sebenarnya arahan dari Pak Walikota juga pelayanan itu selesai di Kelurahan.
Untuk itu, kata Irvan, kami akan masifkan sosialisasi terkait dengan aplikasi layanan adminduk berbasis online. Sehingga warga tidak perlu datang ke gedung Siola hanya untuk konsultasi cukup di Kelurahan.
Ditanya terkait unggahan di medsos yang menyatakan layanan Front Office Dispendukcapil Kota Surabaya kurang ramah melayani warga, Irvan Wahyudrajad menegaskan, yang jelas apapun masalah dari masyarakat itu akan selalu menjadi masukan yang berharga buat kami untuk perbaikan ke depan.
Jadi termasuk kejadian kemarin, jelas Irvan, kami juga sudah mengklarifikasi memang ada miskomunikasi antara dua belah pihak, baik dari petugas front office kita maupun dari customer (warga).
Dan itu sudah clear (selesai), ungkap Irvan, sampai kemarin kita datangi juga dan kami meminta maaf baik orang tua maupun anaknya yang menguruskan adminduk orang tuanya.
“Dan Alhamdulillah sudah clear dan bisa saling memahami dan saling memaafkan,” bebernya.
Tentang perbaikan ke depan, terang Irvan, yang jelas kami selalu melakukan perbaikan, selalu melakukan evaluasi termasuk bagaimana melakukan rolling petugas supaya mereka tidak jenuh.
Selain itu, tambah Irvan, kita akan meningkatkan hospitality (keramahan) kemudian cara berkomunikasi karena petugas front ofrice juga kan manusia, dimana suasananya kadang labil.
“Tapi kita berterima kasih dengan kejadian kemarin, dan itu akan jadi masukan buat kita ke depan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebuah unggahan terkait layanan petugas front office Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya viral di media sosial. Unggahan tersebut diunggah akun Threads @aaykst17.
Dimana dalam unggahannya, ia harus menahan kesabarannya karena kerap harus mengantre lama, namun saat gilirannya maju malah ditolak petugas front office tanpa alasan yang jelas.(trs)
