Surabaya, newrespublika-Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Budi Leksono (Buleks) mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 untuk 486 pelajar dari keluarga kurang mampu di Surabaya.
Sebanyak 242 penerima berasal dari Kecamatan Tegalsari dan 244 lainnya dari Kecamatan Krembangan.
Bantuan tersebut merupakan hasil jaring aspirasi anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno. Sosialisasi penyaluran PIP untuk penerima di Tegalsari digelar Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Tegalsari yang dipimpin Tri Wuryani.
Di Kecamatan Krembangan, sosialisasi PIP digelar bersama PAC PDI Perjuangan Kecamatan Krembangan yang dipimpin Hariaji. Kegiatan tersebut dihadiri Aliyudin dari DPC PDI Perjuangan Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Buleks mengatakan, penerima PIP di Krembangan merupakan bagian dari warga yang telah didata dan diusulkan untuk memperoleh dukungan biaya pendidikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban orang tua sekaligus membantu anak-anak penerima memenuhi kebutuhan sekolah.
“Untuk warga Krembangan, kami juga memastikan program ini bisa diterima dengan baik. Harapannya bantuan ini benar-benar membantu kebutuhan sekolah anak dan memberi semangat kepada mereka untuk terus belajar,” kata Buleks, Senin (31/8).
Menurut Buleks, keterlibatan PAC dan DPC dalam sosialisasi diperlukan agar orang tua penerima memahami mekanisme pencairan serta penggunaan dana PIP. Ia juga mengingatkan agar bantuan digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak.
Buleks mengatakan penerima PIP didata kader PDI Perjuangan dari tingkat ranting hingga anak ranting. Data pelajar dari keluarga kurang mampu dihimpun dan diverifikasi sebelum diusulkan secara berjenjang melalui DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya kepada Puti Guntur Soekarno.
“Mbak Puti memperjuangkannya di Komisi X DPR RI, saya bersama teman-teman DPRD dan PAC memastikan sampai ke rumah-rumah warga. Ini kerja kerakyatan yang nyata, dan tidak ada satu rupiah pun dipungut dari penerima,” tegas Buleks
Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu meminta orang tua menggunakan dana PIP untuk kebutuhan pendidikan anak, antara lain seragam, alat tulis, buku, dan ongkos transportasi ke sekolah. Ia juga meminta warga yang mengalami kendala pencairan menghubungi kader PAC Tegalsari.
“Jangan sampai ada anak Tegalsari putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Kalau ada kesulitan di bank atau berkas kurang, sampaikan ke kader kami, pasti kami dampingi sampai tuntas,” ujarnya.
Menurut Buleks, Tegalsari sebagai kawasan padat penduduk di pusat kota masih memiliki banyak keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Maka dari itu, pendataan untuk usulan PIP tahun berikutnya akan dilakukan sepanjang tahun.
“Perintah Mbak Puti dan partai jelas, pendidikan anak-anak dari keluarga wong cilik harus dikawal. Itu yang kami kerjakan di Tegalsari,” katanya.
Materi sosialisasi dan penjelasan teknis PIP disampaikan Moch. Fauzan Mukadar, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi DPC PDI Perjuangan Surabaya.
Ia memaparkan tahapan pencairan, dokumen yang harus dibawa ke bank penyalur, jadwal pencairan, serta ketentuan penggunaan dana PIP.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan Buleks dan struktur PDI Perjuangan dalam membantu penyaluran program pemerintah pusat agar tepat sasaran.
Selain Armuji, kegiatan tersebut dihadiri Fauzan Mukadar, Tri Wuryani, serta orang tua dan wali murid penerima manfaat.
Penyaluran PIP melalui jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno di Surabaya dan Sidoarjo berlangsung setiap tahun sebagai bagian dari kerja legislatifnya di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.
PIP merupakan bantuan pendidikan pemerintah pusat bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk mencegah putus sekolah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis bukti penerima PIP oleh Budi Leksono dan Armuji kepada perwakilan orang tua siswa.(trs)
