Didepan Direksi Baru PDAM Surabaya, Komisi B Pertanyakan 100 Persen Ketersediaan Air Bersih

Didepan Direksi Baru PDAM Surabaya, Komisi B Pertanyakan 100 Persen Ketersediaan Air Bersih

Surabaya, newrespublika-Pemerintah Kota Surabaya menetapkan tiga anggota Direksi Perumda Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya periode 2026–2029.

Berdasarkan pengumuman hasil seleksi Nomor 11/PANSEL/VIII/2026, tiga nama yang ditetapkan yakni Tias Alvin Papatria sebagai Direktur Utama, Sayid Mochamad Iqbal sebagai Direktur Pelayanan, dan Bagus Andi Puspito sebagai Direktur Operasi.

Penetapan direksi baru PDAM Kota Surabaya tersebut menjadi sorotan penting terhadap kinerja direksi kedepannya, agar perusahaan air minum milik Pemkot Surabaya tersebut 100 persen bisa memenuhi kebutuhan warga kota.

Anggota Komisi B, Baktiono mengatakan, dengan jajaran direksi yang baru kita ingin mengetahui ternyata Dirutnya juga orang lama PDAM, dan jajarannya pun juga ada beberapa orang lama.

Maka, kata Baktiono, yang kami tanyakan singkat saja Jangan ngomong sebagai akademisi, kita ngomong sebagai praktisi.

“Dalam rapat Dirut PDAM beralasan mengapa 100 persen warga belum tersalurkan air bersih, karena nanti kalau dipenuhi semua akan mengakibatkan pressure-nya terlalu tinggi mengaibatkan pipanya bisa rusak,” ujar Baktino, Selasa (18/08/2026).

Saya sampaikan, tegas Baktiono, itu kalau ngomong di rakyat boleh, tapi saudara ngomong di DPRD bukan gitu, saudara seorang akademisi, ngomongnya itu alasannya apa, tekanannya berapa yang sampai bisa merusak itu, saya tidak yakin.

Baktiono menerangkan, pipa air di pusat pompa air PDAM Wonokitri hampir 150 tahun itu tak pernah jebol. Bahkan, distribusi airnya mengalir sampai ke Gresik.

“Yang penting saya minta, itu kapan jadwalnya bisa sampai mencapai 100 persen air ke warga tanpa pompa,” terangnya.

Yang kedua, ungkap Baktiono, air minum dalam kemasan itu kita masih pakai merk lain, padahal PDAM sudah mampu memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sendiri dengan merek H2O, dan ini kualitas prima.

Lebih jauh Baktiono mengatakan, dana operasional PDAM ada karena selama ini PDAM tidak pernah rugi. Tinggal langkah beraninya PDAM dan keberanian diri untuk melakukan hal-hal baru.

Contoh, ungkap Baktiono, waktu era direktur namanya Pengki itu gebrakannya bisa menutup kebocoran-kebocoran dan juga monopoli-monopoli supplier PDAM, sehingga PDAM bisa untung.

Dirinya kembali mengatakan, kalau masukkan dari Komisi B untuk Dirut PDAM yang baru ini dilakukan kami optimis kinerja PDAM semakin moncer.

Makanya kita ada jenjang waktu Paling tidak saya lihat satu minggu ini dia berjanji untuk membuat, mengusulkan peraturan wali kota buat air minum dalam kemasan (AMDK).

“AMDK produksi PDAM ini sementara bisa dipakai oleh seluruh jajaran instansi di wilayah pemerintah kota, berikutnya baru kita lihat nanti untuk pelayanan masyarakat termasuk di rumah susun, hunian bertingkat, apartemen-apartemen bisa dinikmati langsung oleh setiap warga yang ada di sana,” pungkasnya.(trs)