Surabaya, newrespublika-Kasus influenza tipe A dikabarkan melonjak di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan sebuah unggahan di media sosial mengabarkan bahwa rumah sakit di Surabaya penuh dengan pasien influenza A.
Terkait hal ini, Legislator PAN sekaligus Anggota Komisi D DPRD Surabaya dr. Zuhrotul Mar’ah mengakui, ini kan lagi musim pancaroba lagi panas-panasnya, kemudian kalau panas begini musim pancaroba ini memang kan penyebaran uman, baik itu bakteri maupun virus itu kan cepat.
“Nah ini masyarakat akhirnya banyak yang terkena flu like syndrome yaitu, gejala-gejala seperti influenza atau kalau kita sih mendiagnosinya infeksi saluran pernafasan akut,” ujar dr. Zuhrotul Mar’ah kepada wartawan di Surabaya, Rabu (16/09/2026).
Jadi, sambungnya, banyak anak-anak dan orang tua yang datang ke tempat praktek dokter, ke klinik atau ke Puskesmas dengan gejala panas, batuk, pilek atau kadang-kadang ada nyeri di tenggorokan.
Dan yang harus kita waspadai adalah, kata Zuhro, gejala panas itu terutama anak-anak kecil yang usianya kurang dari 5 tahun.
Ia menjelaskan, kalau anak panas tinggi itu kan bisa jadi kejang demam, ini yang harus diwaspadai oleh para orang tua.
Jadi kalau anaknya itu memang temperaturnya itu sudah 40, di rumah itu harus sediakan semacam paracetamol sirup atau paracetamol tablet.
“Nanti digerus, diminumkan ke anaknya sebelum ke dokter atau ke Puskesmas. Kadang-kadang kan panasnya itu malam itu yang harus diwaspadai,” bebernya.
Zuhro menerangkan, terus juga harus diwaspadai kalau ada sesak nafas disertai badan panas harus waspada, khawatirnya itu terjadi kayak semacam pneumonia radang di paru-paru.
Untuk pencegahnya, kata Zuhro, kita harus meningkatkan daya tahan tubuh. Karena, kondisi apapun kalau daya tahan tubuh kita kuat, kalau kita diserang kuman atau bakteri maupun virus, itu kita sudah punya pertahanan diri.
Jadi nanti tinggal kuat-kuatan, jelas Zuhro, kuat kita atau kuat virusnya. Kalau kuat kita ya insya Allah kita akan safe (aman) dan sehat.
“Tapi kalau kuat virusnya atau kuat bakterinya memang akan timbul gejala. Tapi gejala itu manakala daya tahan tubuh kita itu masih bagus, itu nggak akan menjadi sakit yang parah,” kata Zuhro.
Lalu bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh, ungkap Zuhro, itu harus melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Jadi kayak makan harus diperhatikan, makan dengan gizi seimbang.
Makan itu harus ada nasi, lauk, atau sumber protein, karena protein itu berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh, mengganti sel-sel tubuh yang rusak.
Kemudian, lanjut Zuhro, ada yang namanya sumber vitamin mineral dalam hal ini adalah buah dan sayur, itu wajib. Jadi, di piring itu harus ada nasi sepertiga bagian, lauk sepertiga bagian, buah dan sayur itu sepertiga bagian.
Jadi piring itu dibagi menjadi tiga Kemudian jangan lupa juga harus minum air bening, nanti kalau ngomong air putih dipikir susu kan nanti air bening itu 30 cc per kilogram.
Zuhro kembali menambahkan, berat badan rata-rata orang Indonesia itu kan 60-65 kg ya itu rata-rata, berarti 2 liter per hari air bening.
Kalau berat badannya 50, kembali kata Zuhro, otomatis 1,5 liter per hari itu wajib. Karena air itu di samping dia supaya kita tidak dehidrasi.
Mengapa, agar sirkulasi oksigen berjalan lancar karena air itu mempunyai fungsi untuk mengolah oksigen biar tidak dehidrasi ini kuncinya.
“Ditengah pancaroba saat ini kita lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya.(trs)
