Surabaya, newrespublika-Anggota DPRD Surabaya ini sangat tegas mempersilahkan Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat (Gempar) Jatim untuk mendemo Perum Jasa Tirta 1 (PJT1) karena telah merugikan Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Surabaya karena air keruh dan berbusa.
Hal ini mengemuka saat Gempar Jatim menggelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi B DPRD Surabaya, DLH Kota Surabaya, Perum Jasa Tirta (PJT1), dan Perumda Surya Sembada Surabaya, Rabu (16/09/2026).
RDP digelar untuk mencari solusi akibat suplai air ke pelanggan keruh dan bau, akibat dampak sungai di Surabaya tercemar dan berbusa, serta adanya penguasaan dari sekelompok elit yang mengelola air secara mandiri.
Salah satu anggota Komisi B, Baktiono saat RDP dengan tegas jika Gempar Jatim harusnya mendemo kantor Perum Jasa Tirta 1, bukan ke Pemkot Surabaya, DPRD, kantor PAM Surya Sembada Surabaya itu salah.
“Karena air baku PDAM disuplai oleh Perum Jasa Tirta 1, jadi jika ada problem air maka kesalahan ada di Jasa Tirta bukan di PDAM Surabaya,” ujar Baktiono.
Yang kedua, sambung Baktiono kalau PJT1 yang suplai air baku mutunya standar pasti ongkos produksi dari PDAM itu kecil, karena pencemaran tinggi.
“Makanya kalau perlu Gempar Jatim aksi demo buka tenda dan tidur di PJT1, karena membela PDAM dan Pemkot Surabaya,” tutur politisi senior PDIP Kota Surabaya ini.
Disisi lain, tambah Baktiono, saya sepakat kita mengundang pengembang perumahan mewah untuk mengklarifikasi keberadaan pengelolaan air bersih secara mandiri.
“Apa yang dituntut Gempar Jatim salah satunya privatisasi air, yang dinilai tercipta ketidakadilan sosial,” pungkasnya.(trs)
sung di Asia.
