Surabaya, newrespublika-Progres revitalisasi dan pembenahan 16 pasar tradisional di Surabaya saat ini telah mencapai sekitar 65 persen secara keseluruhan.
Kendati demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala teknis, utamanya terkait koordinasi relokasi sementara para pedagang.
Kabid Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya (DPRKPP) Kota Surabaya, Harindrayana mengatakan, dari total 16 titik pasar yang direhabilitasi, Pasar Tembok Dukuh tercatat telah rampung 100 persen.
“Sementara itu, progres pengerjaan di Pasar Kembang telah menyentuh angka 90 persen dan mendekati tahap penyelesaian. Sisanya, sekitar 14 pasar lainnya masih terus berjalan dengan capaian rata-rata 65 persen,” ujar Harindrayana, Jumat (28/08/2026).
Ia menjelaskan, bahwa pengerjaan revitalisasi ini murni bersifat rehabilitasi fisik, bukan pembangunan dari awal. Kendala utama yang memperlambat percepatan pengerjaan terletak pada tahapan penataan dan pemindahan sementara para pedagang aktif.
“Untuk mengatasi persoalan tersebut, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Bagian Perekonomian dan PD Pasar Surya,” kata Harindrayana.
Selain perbaikan sarana fisik, jelasnya, proyek revitalisasi ini juga mencakup penataan fungsi kawasan perdagangan.
“Salah satunya adalah rencana pembentukan Sentra Potong Unggas (SPU) khususnya di Pasar Babakan dan Pasar Wonokromo.” tambah Harindrayana.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aktivitas pemotongan unggas terpusat dan melintasi pengawasan ketat dari segi higienis serta kehalalan, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ke depan, ungkap Harindrayana, pasar-pasar tradisional lainnya tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas pemotongan di tempat, melainkan hanya menjual karkas atau daging unggas yang disuplay dari sentra resmi maupun Rumah Pemotongan Unggas (RPU).
“Khusus untuk penataan SPU di Pasar Babakan, fasilitas pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga tengah disiapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar dan sekitarnya.” pungkasnya. (trs)
